BANK MANDIRI PERKUAT FUNDAMENTAL BISNIS DENGAN NERACA YANG TETAP SEHAT
Share via
Terbit Pada
20 October 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 20-10-2026, 03:35:pm
29252259
IQPlus, (20/10) - Kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap perbankan ditopang oleh kemampuan bank menjaga kesehatan keuangan, mengelola likuiditas, dan memenuhi kebutuhan nasabah secara konsisten. Bank Mandiri terus memperkuat fundamental melalui pertumbuhan bisnis yang selektif serta pengelolaan pendanaan dan likuiditas secara prudent.
Hingga akhir Agustus 2026, total aset Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp2.359 triliun, tumbuh 20,7% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini ditopang penyaluran kredit mencapai Rp1.592 triliun tumbuh 17,6% YoY dikontribusikan segmen wholesale maupun ritel secara terukur, dengan tetap mengedepankan kualitas pembiayaan dan disiplin manajemen risiko.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only mencapai Rp1.687 triliun, tumbuh 17,6% YoY di atas industri sebesar 13,7% YoY. Pertumbuhan DPK di atas kredit mencerminkan pengelolaan struktur pendanaan yang sehat dan efisien mendukung kebutuhan transaksi nasabah serta penyaluran pembiayaan.
Dalam siaran pers BMRI (19/10) disebutkan Pertumbuhan DPK tersebut turut didukung oleh kemampuan Bank Mandiri memperluas basis nasabah dan mengakuisisi dana baru melalui ekosistem layanan digital. Livin by Mandiri telah digunakan oleh sekitar 42,2 juta pengguna yang tumbuh 23,4% YoY dengan frekuensi transaksi 3,32 miliar. Sementara itu, Kopra by Mandiri telah melayani 385,3 ribu pengguna terdaftar yang tumbuh 31,9% YoY dengan frekuensi transaksi mencapai 1,05 miliar sejalan dengan pemanfaatannya oleh pelaku usaha untuk menunjang kegiatan bisnis.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini menjelaskan, Bank Mandiri terus mengembangkan Livin by Mandiri dan Kopra by Mandiri sebagai pintu utama bagi nasabah untuk mengakses produk dan layanan perbankan. Dengan pendekatan ini, interaksi nasabah tidak berhenti pada transaksi, tetapi berkembang sesuai kebutuhan finansial dan aktivitas usahanya.
Novita menegaskan bahwa kekuatan neraca tidak semata diukur dari pertumbuhan, tetapi juga dari kemampuan bank menjaga kesiapan likuiditas di berbagai kondisi pasar.
"Bagi kami, pertumbuhan harus berjalan seiring dengan ketahanan. Karena itu, kami memantau arus dana setiap hari, melakukan stress test secara berkala, dan menyiapkan buffer likuiditas yang memadai. Disiplin ini penting agar Bank Mandiri senantiasa siap melayani kebutuhan nasabah dan mendukung aktivitas dunia usaha," ujar Novita.
Keseimbangan tersebut turut tercermin dari profitabilitas. Hingga Agustus 2026, laba bersih secara bank only tercatat sebesar Rp37,5 triliun, tumbuh 22,3% YoY. Kinerja ini memperlihatkan kapasitas Bank Mandiri dalam mengelola pertumbuhan dan menjaga fundamental keuangan secara berkelanjutan.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus mengutamakan kesehatan neraca, kecukupan likuiditas, dan prinsip kehati-hatian sebagai landasan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha. Dengan fundamental yang terjaga, Bank Mandiri berkomitmen menjadi mitra keuangan yang kuat dan dapat diandalkan.
"Fokus kami ke depan adalah menjaga pertumbuhan yang sehat dengan terus memperluas ekosistem Bank Mandiri. Kami ingin memastikan nasabah dapat memperoleh layanan yang andal, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhannya melalui Livin Kopra, serta seluruh jaringan layanan Bank Mandiri,"tutup Novita. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
