BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    BAPPENAS : KECEPATAN PERTUMBUHAN POPULASI RI DI ATAS RATA-RATA DUNIA

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    21 April 2026

    11055051

    IQPlus, (21/4) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan kecepatan pertumbuhan populasi Indonesia berada di atas rata-rata dunia.

    "Sekarang penduduk dunia sudah di atas 8 miliar, dan penduduk Indonesia sudah di atas 280 juta jiwa. Kalau mengikuti tren peningkatan penduduk dunia, seharusnya kita ini hanya 240 juta saja. Berarti kecepatan pertumbuhan populasi kita di atas rata-rata dunia. Nah, kalau di atas rata-rata dunia maka kita pun harus hati-hati," ungkapnya dalam agenda Peluncuran Country Programme Implementation Plan (CPIP) Program Kerja Sama Indonesia-UNFPA (United Nations Population Fund) Siklus 11 di Jakarta, Selasa.

    Dalam kondisi ini, Indonesia akan mengalami fase bonus demografi apabila penduduk generasi yang cenderung muda dapat dikelola dengan baik.

    Sebaliknya, penduduk yang menua akan mengalami penurunan produktivitas.

    Karena itu, dia mengingatkan seluruh tingkat pemerintah agar dapat menangani persoalan daya dukung lingkungan yang semakin terbatas seiring peningkatan jumlah populasi.

    "Kalau kita pelajari, sebagian bencana bukannya bencana alam saja, tapi bencana karena manusia karena tekanan jumlah penduduk kita. Penduduk makin banyak makin perlu air, makin perlu pangan, makin perlu energi, akhirnya melebihi kapasitas dunia untuk melayaninya. Tapi, kalau saja dunia ini dikelola dengan adil, sebenarnya cukup," ujar Rachmat.

    "Pada waktu mengalami bencana, akhirnya yang pertama kali yang harus diperhatikan penduduk juga. Penduduk yang paling diperhatikan adalah bayi, anak-anak, ibu hamil, dan remaja perempuan, karena remaja perempuan akan menghadapi penanganan yang berbeda dibandingkan remaja laki-laki," kata Kepala Bappenas.

    Dalam konteks ini, kerja sama antara Indonesia dengan UNFPA dianggap penting sekali guna mengatasi berbagai tantangan berat tersebut.

    "Indonesia bercita-cita untuk mewujudkan visi Indonesia Emas, dan upaya ini perlu didukung dengan penguatan peran perempuan dalam pembangunan serta pemanfaatan data kependudukan," ucap Menteri PPN. (end/ant)