BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

BI SEBUT TRANSAKSI PARIWISATA DI INDONESIA WAJIB GUNAKAN RUPIAH

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

19 June 2026

16956151

IQPlus, (19/6) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menyebutkan transaksi di sektor pariwisata di Indonesia wajib menggunakan rupiah karena belum termasuk yang dikecualikan dalam transaksi perdagangan internasional.

"Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald Dungdung Parluhutan dikonfirmasi di Denpasar, Jumat.

Pertimbangan lainnya, lanjut dia, penggunaan rupiah dalam setiap transaksi di dalam negeri untuk mendukung tercapainya kestabilan nilai tukar rupiah dan mewujudkan kedaulatan rupiah di NKRI.

Dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/3/2015, transaksi perdagangan internasional dikecualikan dari kewajiban menggunakan mata uang Rupiah.

Pengecualian itu memberi keleluasaan bagi eksportir untuk mencantumkan harga dan menggunakan mata uang asing dalam kontrak internasional.

Meski begitu, regulasi itu belum memasukkan sektor pariwisata dalam pengecualian.

Untuk itu, Ketua Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali Putu Winastra mengharapkan ada ruang yang diberikan untuk mencantumkan harga paket wisata dalam bentuk mata uang asing salah satunya dolar AS.

Sedangkan pembayarannya tetap dilakukan dalam bentuk rupiah sesuai kurs yang berlaku ketika transaksi.

Ia menilai sektor pariwisata dan pelaku di dalamnya ikut berkontribusi memperkuat nilai mata uang rupiah karena melakukan "ekspor" jasa pariwisata.

Namun, saat mata uang dolar AS menguat dan di sisi lain paket pariwisata yang dijual dengan rupiah, lanjut dia, memberikan beban yang besar terhadap operasional perusahaan karena harga kebutuhan sektor pariwisata mengalami kenaikan.

Sedangkan pihaknya juga mengalami dilema apabila mencantumkan harga dalam bentuk dolar AS atau mata uang asing di laman resmi, berpotensi menjadi temuan aparat penegak hukum dan bisa dibawa ke ranah hukum.

Sebagai daerah tujuan wisata dunia, Bali menyedot wisatawan mancanegara untuk berlibur sehingga menghasilkan devisa yang sama ketika melakukan ekspor ke luar negeri. (end/ant)