BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    COAL PASTIKAN OPERASIONAL NORMAL MESKI PENDAPATAN MEROSOT AKIBAT HARGA PASAR

    Terbit Pada

    11 March 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 09-03-2026, 09:21:am

    06955740

    IQPlus, (11/3) - PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) memberikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait keterlambatan pembayaran iuran pencatatan tahunan atau Annual Listing Fee (ALF) 2026. Dalam surat tanggapannya, manajemen menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut murni disebabkan oleh kendala administratif internal.

    "Karena adanya cuti dari bagian keuangan kami," ungkap Sekretaris Perusahaan PT Black Diamond Resources Tbk, Agianita Julinda, dalam keterbukaan informasi, Selasa (10/3).

    Kinerja Keuangan Tertekan Harga Batubara

    Selain persoalan iuran, emiten tambang batubara ini juga menjelaskan mengenai penurunan kinerja keuangan berdasarkan laporan per September 2025. Perseroan mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 18,90% dan laba bersih yang merosot hingga 26,72% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Kondisi kas dan bank perusahaan juga terpantau turun signifikan sebesar 54,73% jika dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024. Manajemen menyebut penurunan harga batubara sepanjang tahun 2025 sebagai penyebab utama, mengingat biaya operasional tidak ikut turun secara proporsional.

    Upaya Efisiensi dan Kelangsungan Usaha

    Menghadapi tantangan likuiditas, COAL tengah menggenjot program efisiensi di seluruh lini operasional agar kegiatan perusahaan tetap terjaga. Meski kinerja keuangan melandai, manajemen menegaskan bahwa kondisi operasional dan kelangsungan usaha tetap berjalan normal tanpa gangguan material.

    Hingga saat ini, perusahaan mengklaim tetap berkomitmen memenuhi kewajiban jangka pendeknya, termasuk pembayaran utang usaha yang jatuh tempo, gaji dan tunjangan karyawan, serta setoran pajak.

    "Tidak ada kesulitan atau kendala dalam menjalankan usaha dan operasional. Proses audit laporan keuangan tahunan 2025 juga sedang dalam tahap finalisasi untuk memenuhi tenggat waktu pelaporan pada akhir Maret ini," tambah Agianita. (end)