BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

DOLAR DEKATI LEVEL TERTINGGI TAHUN INI TERHADAP EURO

Kategori

Komoditi

Terbit Pada

30 September 2026

27231292

IQPlus, (30/9) - Dolar berada di dekat level tertinggi tahun ini terhadap euro pada hari Rabu dan bersiap mencatatkan kenaikan bulanan terbesar dalam 14 bulan terakhir, didorong oleh pertumbuhan ekonomi AS dan kenaikan suku bunga AS, yang kontras dengan kekhawatiran seputar energi dan utang yang melanda Eropa.

Semalam, euro sempat turun ke level terendah sejak Mei 2025 di angka $1,1312, dan diperdagangkan di kisaran $1,1339 di pasar Asia. Euro juga sedang menguji level *support* di sekitar 178 yen.

Sepanjang bulan September, dolar telah menguat hampir 2,5% terhadap euro; penguatan mata uang AS ini juga menekan nilai tukar dolar Australia hingga di bawah 70 sen untuk pertama kalinya sejak awal Agustus.

"Ekonomi AS sedang melaju kencang, Eropa tertinggal dalam perlombaan AI global, sementara pasokan energi dan situasi politik Prancis tetap menjadi kekhawatiran besar bagi euro," ujar Brent Donnelly, presiden perdagangan valuta asing di perusahaan analitik Spectra Markets.Awal bulan ini, harga acuan gas Eropa melonjak ke level tertinggi sejak 2022.

Pasar Prancis berada di bawah tekanan akibat masalah utang dan kebuntuan politik menjelang pemilihan presiden tahun depan; selisih imbal hasil (*spread*) obligasi Prancis terhadap Jerman telah melebar hingga melampaui 115 basis poin, rekor terlebar sejak 2012.

Dalam sesi perdagangan terakhir, harga opsi cenderung condong tajam pada pembelian perlindungan terhadap penurunan euro lebih lanjut meskipun Donnelly berpendapat bahwa dolar kemungkinan membutuhkan data ekonomi AS yang kuat untuk dapat terus menguat dari posisi saat ini.

Dolar juga mencapai level tertinggi dalam 16,5 bulan terhadap franc Swiss semalam, yakni di angka 0,8358 franc. Franc melemah, sebagian karena investor mencari alternatif selain yen yang memiliki imbal hasil rendah untuk dijual demi mengejar keuntungan *carry trade* di tempat lain. Yen tidak lagi menjadi pilihan utama untuk posisi jual (*short*) terhadap dolar setelah adanya intervensi pembelian yen oleh AS dan Jepang pada bulan Juli dan Agustus yang disertai peringatan agar pasar tidak menguji ketegasan mereka serta percepatan kenaikan suku bunga Jepang.

Nilai dolar terhadap yen telah turun 1,5% sepanjang bulan September.

DATA SEBAGAI PENGGERAK PASAR

Indikator inflasi acuan The Fed, yaitu PCE inti AS, dijadwalkan rilis pada hari Rabu ini, meskipun pasar lebih menyoroti laporan ketenagakerjaan AS hari Jumat; jika data tersebut kuat, hal itu dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga AS.

Sebagian dari ekspektasi tersebut sempat mereda semalam setelah Presiden The Fed New York yang berpengaruh, John Williams, menyatakan bahwa "tidak ada urgensi" untuk menaikkan suku bunga. Imbal hasil obligasi Treasury tenor dua tahun turun sekitar 3,5 basis poin, dan harga kontrak berjangka *Fed funds* yang mengantisipasi kenaikan suku bunga bulan depan turun menjadi 50% dari sebelumnya 71%.

Data inflasi Australia yang akan dirilis hari Rabu ini dapat memberikan dukungan bagi mata uang Australia (Aussie), yang sempat melemah setelah Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), Michele Bullock, mengungkapkan bahwa dewan sempat mendiskusikan opsi untuk menahan suku bunga sebelum akhirnya mengumumkan kenaikan sebesar 25 basis poin pada hari Selasa.

"Risikonya adalah adanya kenaikan suku bunga lanjutan oleh RBA, mungkin pada pertemuan kebijakan berikutnya di bulan November. Namun, pasar sudah memperhitungkan kemungkinan kenaikan tersebut," ujar Joe Capurso, kepala divisi valuta asing Commonwealth Bank of Australia.

"Kami masih berpandangan bahwa pergerakan besar berikutnya untuk pasangan mata uang AUD/USD adalah penurunan, bukan kenaikan," katanya. Dolar Australia bergerak di kisaran $0,6986 pada awal sesi Asia 20 pip di atas level terendah semalam sementara dolar Selandia Baru, yang sempat menyentuh level terendah sejak November lalu pada perdagangan semalam, tertahan di angka $0,5638.

Mata uang poundsterling sempat menyentuh level terendah dalam tiga bulan pada hari Selasa dan terakhir berada di kisaran $1,3227. Yuan mencatatkan kenaikan kuartalan ketujuh berturut-turut terhadap dolar pada sesi terakhir sebelum masa liburan nasional Tiongkok tanggal 1-7 Oktober. (end/Reuters)