ESI : IMPLEMENTASI B50 HARUS DIBARENGI HARGA BBM TERJANGKAU
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
27 August 2026
23845416
IQPlus, (27/8) - Managing Director Energy Shift Institute (ESI) Putra Adhiguna mengatakan implementasi mandatori biodiesel B50 tetap perlu dibarengi dengan upaya menjaga keterjangkauan terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) oleh masyarakat.
Menurut Putra Adhiguna, B50 memiliki potensi untuk menekan impor solar sekaligus menghemat devisa. Meski demikian, manfaat penghematan devisa tersebut perlu diimbangi dengan kepentingan masyarakat sebagai konsumen energi.
"Perlu diingat bahwa produk dalam negeri itu baik, tetapi masyarakat tentu membutuhkan BBM yang terjangkau," kata Putra kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Pemerintah menerapkan Program Biodiesel B50 yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak, meningkatkan konsumsi minyak sawit domestik dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Program ini resmi diberlakukan mulai 1 Juli 2026 dan saat ini sedang berada dalam masa transisi 3 bulan menuju implementasi penuh secara nasional pada 1 Oktober 2026.
Putra mengatakan penggunaan produk energi yang berasal dari dalam negeri dinilai positif, tetapi harga BBM tetap harus berada pada tingkat yang terjangkau.
Di sisi lain, peningkatan penggunaan B50 akan mendorong kenaikan permintaan CPO untuk kebutuhan biodiesel di dalam negeri. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tambahan pasar bagi industri sawit sekaligus meningkatkan pemanfaatan bahan baku domestik.
Namun, Putra mengingatkan agar peningkatan permintaan CPO untuk energi tetap diseimbangkan dengan kebutuhan pangan. Menurut dia, pemerintah perlu memastikan peningkatan penggunaan CPO untuk biodiesel tidak mengganggu stabilitas sektor konsumsi pangan karena dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
