HARGA MINYAK TURUN LEBIH DARI $1 PER BAREL SENIN INI
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
24 August 2026
23528485
IQPlus, (24/8) - Harga minyak turun lebih dari $1 per barel pada hari Senin karena investor melakukan aksi ambil untung menjelang pengumuman yang diperkirakan akan datang dari Washington mengenai penerapan sanksi tambahan terhadap Iran, yang berpotensi semakin mengganggu pasokan dari Timur Tengah.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun $1,22, atau 1,29%, menjadi $93,17 pada pukul 00.35 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di level $85,86 per barel, turun $1,20 atau 1,38%.
Kedua kontrak tersebut mencatat kenaikan mingguan untuk kali kedua secara berturut-turut pekan lalu naik lebih dari 5% di tengah kebuntuan perundingan damai antara AS dan Iran, yang membatasi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui oleh seperlima pasokan minyak dunia.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang dijadwalkan mengadakan konferensi pers pada pukul 14.00 EDT (18.00 GMT) hari Senin, telah mengancam akan menjatuhkan "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran. Presiden Donald Trump juga mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap mitra dagang Iran.
"Belum jelas apakah kebijakan AS untuk mengisolasi Iran secara ekonomi akan terbukti efektif," tulis Vivek Dhar, analis komoditas di Commonwealth Bank of Australia, dalam sebuah catatan.
"Namun, jika langkah-langkah AS berhasil sesuai tujuan, kemampuan Iran untuk merespons melalui peningkatan kekerasan menjadi risiko yang perlu dipertimbangkan oleh pasar energi."
Iran mengecam rencana AS untuk mengumumkan sanksi baru, meskipun Presiden Masoud Pezeshkian menyerukan solusi diplomatik.
"Anggota kepemimpinan Iran yang lebih pragmatis mungkin lebih memilih untuk meredakan ketegangan, namun kelompok garis keras kemungkinan besar lebih memilih untuk terus melawan hingga titik darah penghabisan," kata analis pasar IG, Tony Sycamore.
"Saya rasa pada akhir pekan ini kita akan mendapat gambaran jelas mengenai pihak mana dalam kepemimpinan Iran yang memegang kendali."
Menurut sumber-sumber perdagangan, penawaran minyak mentah Iran kepada pembeli di Tiongkok telah berkurang dan harganya melonjak akibat blokade AS yang memangkas pengiriman dari Teheran.
Namun, Iran telah memberikan izin bagi sejumlah kapal tanker minyak Irak untuk melintasi selat tersebut menyusul permintaan berulang kali dari Baghdad, demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, pada hari Sabtu. (end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
