INDONESIA-ARAB SAUDI PERLUAS KERJA SAMA SEKTOR TRANSPORTASI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
14 July 2026
19440799
IQPlus, (14/7) - Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi memperluas kerja sama sektor transportasi melalui penguatan kemitraan di bidang penerbangan maritim perkeretaapian investigasi keselamatan serta pengembangan sumber daya manusia transportasi kedua negara.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam pernyataan terkonfirmasi di Jakarta, Selasa menyampaikan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus memperkuat dan memperluas kerja sama di sektor transportasi dengan Pemerintah Arab Saudi yang telah terjalin sejak lama.
"Saya sangat mengapresiasi hal tersebut. Pada kesempatan ini, Saya ingin menegaskan kembali Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama tersebut, bahkan memperluas jangkauannya," ujar Menhub Dudy.
Dia menyampaikan hal itu saat bertemu Menteri Transportasi dan Logistik Arab Saudi Saleh bin Nasser Al-Jasser di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (13/7).
Menhub menyambut baik dan mendukung penuh perluasan kerja sama di sektor transportasi antarkedua negara, termasuk inisiatif Kementerian Transportasi dan Logistik Arab Saudi untuk mengembangkan beberapa Nota Kesepahaman yang meliputi investigasi keselamatan transportasi, maritim, perkeretaapian, hingga kerja sama teknis di bidang penerbangan sipil.
Dudy mengaku akan menugaskan tim teknis dari Kementerian Perhubungan untuk membahas dan menyelesaikan usulan Nota Kesepahaman tersebut secara tepat waktu.
Dia mengatakan, di sektor transportasi udara, kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi telah terjalin cukup lama, yakni sejak penandatanganan Perjanjian Transportasi Udara pada tahun 1988 silam.
Sejak saat itu, kemitraan terus diperkuat, khususnya dalam rangka meningkatkan konektivitas transportasi udara antarwilayah kedua negara.
"Diskusi terkait layanan udara antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Transportasi dan Logistik Arab Saudi yang berlangsung pada Juni 2025 lalu menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan," ucap Menhub.
"Salah satu yang disepakati adalah perluasan titik operasional, di antaranya Yogyakarta dan Banda Aceh. Hal ini perlu dilanjutkan, mengingat permintaan perjalanan udara dari Indonesia menuju Arab Saudi atau sebaliknya terus menunjukkan peningkatan," tambah Menhub.
Dudy mengucapkan terima kasih atas komitmen maskapai Arab Saudi yang telah melayani pasar Indonesia. Menurutnya, jumlah penumpang dalam beberapa tahun terakhir terbilang cukup besar, dengan jumlah terbanyak adalah jamaah umrah.
Pada saat yang sama, salah satu maskapai swasta Indonesia pun menunjukkan kinerja yang positif, di mana sejak Desember 2025 lalu frekuensi layanan terjadwal menuju Jeddah dan Madinah telah bertambah.
"Ke depan, saya yakin masih banyak ruang bagi kita untuk terus bekerja sama di sektor transportasi udara. Satu hal yang penting, kita perlu memastikan peluang yang adil dan menguntungkan bagi maskapai penerbangan kedua negara, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga kepatuhan terhadap peraturan masing-masing negara," jelas Menhub.
Dudy menambahkan, Indonesia dan Arab Saudi memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan penerbangan sipil berskala global.
Dalam konteks ini, Menhub Dudy meminta Pemerintah Arab Saudi untuk mendukung pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan International Civil Aviation Organization (ICAO) pada Sidang Luar Biasa yang akan berlangsung di Montreal pada November 2026 mendatang.
"Kami sangat senang apabila berhasil menjadi Anggota Dewan ICAO dan dapat berkontribusi dalam menghadirkan penerbangan sipil global yang aman, terjamin, inklusif, dan berkelanjutan. Karena itu, kami sangat berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Arab Saudi dalam pencalonan ini," bebernya. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
