BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KADIN : KETAHANAN USAHA TERHADAP BENCANA DIPRIORITASKAN HADAPI EL NINO

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

22 October 2026

29458059

IQPlus, (22/10) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melalui Kadin Indonesia Institute mengungkapkan ketahanan usaha terhadap bencana diprioritaskan dalam rangka menghadapi tekanan bencana alam terkait dampak fenomena El Nino.

"Ketahanan usaha terhadap bencana itu harus kita prioritaskan karena sampai awal tahun depan kita masih akan mengalami tekanan bencana alam terkait dengan dampak fenomena El Nino," ujar Direktur Insights Kadin Indonesia Institute Fakhrul Fulvian dalam konferensi pers Kadin Indonesia Business Pulse Q3-2026 di Jakarta, Kamis.

Survei Business Pulse Q3-2026 dilaksanakan pada periode 14 - 30 September 2026 dengan melibatkan 330 responden anggota Kadin Indonesia yang tersebar di 28 provinsi. Mencakup berbagai skala usaha dan lintas sektor industri.

Berdasarkan hasil survei tersebut, 57,9 persen pelaku usaha di berbagai wilayah menyatakan kegiatan bisnis mereka terdampak langsung oleh bencana alam dalam 12 bulan terakhir.

Mayoritas gangguan ini disebabkan oleh meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap (13,0 persen), yang berhimpitan dengan anomali cuaca ekstrem (10,9 persen). Sektor pertanian, real estate dan konstruksi tercatat sebagai sektor yang menderita dampak paling serius.

Tingginya karhutla dan kekeringan sejalan dengan kemarau 2026 yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang akibat fenomena El Nino. BMKG memperkirakan El Nino bertahan hingga awal 2027 dengan puncak intensitas melebihi kategori kuat.

Bencana alam tidak hanya merusak fasilitas fisik, tetapi merambat langsung ke struktur biaya perusahaan. Mayoritas responden mengeluhkan peningkatan drastis pada biaya operasional (13,5 persen) imbas dari proses mitigasi mendadak.

Selain itu, kondisi ini juga memicu penurunan angka penjualan secara tajam (11,8 persen) akibat terputusnya rantai pasok dan gangguan pada rute logistik nasional (10,8 persen).

"Dalam menghadapi risiko bencana alam seperti karhutla, erupsi gunung berapi, banjir dan cuaca ekstrem, dukungan apa yang paling Anda (pelaku usaha) harapkan dari pemerintah? Ini kita tanyakan kepada responden kita yang mana yang paling dibutuhkan itu paling tinggi itu 22,4 persen adalah sistem peringatan dini, ini yang paling dibutuhkan," kata Fakhrul Fulvian.

Kalau peringatan dininya tidak baik, lanjutnya, maka pelaku usaha akan sulit untuk mengantisipasi. Kemudian yang kedua terkait dengan perlindungan dan pemulihan infrastruktur, transportasi, dan serta jalur logistik ini 18,6 persen responden.

Lalu diikuti juga lewat bantuan pembiayaan atau modal kerja dan relaksasi kredit bagi usaha terdampak, dan juga yang keempat yang masih ada yakni bantuan darurat tepat waktu untuk korban bencana.

Dia mengatakan prioritas ini pada dasarnya konsisten dengan risiko yang masih berlanjut karena BMKG masih memperkirakan fenomena El Nino bertahan sampai awal 2027 dengan puncak intensitas melebihi kategori kuat,

"Jadi di sini dunia usaha harus mulai memperhatikan dan aspirasi kita dari Kadin Business Pulse ini menunjukkan yang paling dibutuhkan support terkait dengan peringatan dini dari kondisi-kondisi terkait dengan bencana alam," ujarnya. (end)