BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

KEMENPAR OPTIMALKAN "EMPTY LEG" MASKAPAI GAET WISATAWAN ARAB SAUDI

Kategori

Ekonomi Bisnis

Terbit Pada

25 June 2026

17556791

IQPlus, (25/6) - Kementerian Pariwisata menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh dan memanfaatkan ruang kosong penerbangan pemulangan haji atau empty leg maskapai Garuda Indonesia secara maksimal guna mendatangkan wisatawan mancanegara dari Arab Saudi.

Komitmen itu diberikan setelah Kementerian Haji dan Umrah RI mengumumkan otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA) sudah memberikan izin resmi kepada maskapai Garuda Indonesia untuk mengisi kompartemen kosong atau empty leg saat pemulangan pesawat carter haji.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam konferensi pers optimalisasi penerbangan haji di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa dukungan ini pun sejalan dengan target capaian angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yang telah ditetapkan oleh kementeriannya.

"Kami dari Kementerian Pariwisata pada prinsipnya tentu men-support hal ini, menerima dengan sangat baik sekali karena kami dari Kementerian Pariwisata juga punya target kunjungan wisatawan ke Indonesia," kata dia.

Dia memaparkan bahwa pada tahun ini, dalam kurun waktu pelaksanaan yang tergolong singkat, jumlah kapasitas empty leg yang berhasil terisi oleh penumpang tercatat sudah mencapai sekitar 1.723.

Kementerian Pariwisata menargetkan untuk terus meningkatkan capaian angka keterisian penumpang tersebut utamanya pada pelaksanaan musim haji di tahun depan dengan memanfaatkan waktu persiapan yang jauh lebih panjang.

Guna mewujudkan target tersebut, Ni Luh menegaskan perlunya kolaborasi yang sangat erat dengan Kementerian Haji dan Umrah, maskapai Garuda Indonesia, serta Kementerian Perhubungan, khususnya dalam memperkuat strategi promosi.

Kementerian Pariwisata berencana menguatkan diversifikasi produk serta menggencarkan kegiatan promosi di Arab Saudi, baik berupa promosi secara digital, misi penjualan, hingga pertemuan bisnis seperti B2B dan business matching.

Langkah penguatan di pasar Arab Saudi ini ditujukan agar maskapai penerbangan tersebut benar-benar diisi oleh wisatawan dari negara itu, sehingga pihak kementerian dapat mengukur tingkat pengeluaran (spending) mereka selama di Indonesia.

"Tentu kami butuh data dari Garuda Indonesia, akan ke mana saja begitu setelah dari Arab Saudi titiknya di Indonesia di mana saja, kita bisa kuatkan destinasinya dan kita bisa juga kuatkan industrinya," ujar Ni Luh, seraya berharap melalui sinergi dan penguatan industri di berbagai destinasi titik pendaratan tersebut maka optimalisasi ruang kosong penerbangan ini dapat berjalan sukses sesuai dengan cita-cita yang diharapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. (end)