KONFLIK TIMUR TENGAH MEMANAS, AIRLANGGA WASPADAI DAMPAK KE HARGA BBM DAN LOGISTIK
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
03 March 2026
06144055
IQPlus, (3/3) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan situasi yang memanas di Timur Tengah akibat aksi saling serang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran berpotensi memberi dampak luas terhadap perekonomian Indonesia. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah pasokan minyak global.
Airlangga menjelaskan, penutupan Selat Hormuz oleh Iran mengganggu jalur utama distribusi minyak dunia. Kondisi tersebut dinilai berisiko menekan suplai minyak mentah global dan mendorong kenaikan harga energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
"Pertama yang terganggu pasti suplai minyak. Kedua transportasi logistik, dan ketiga turisme akan sangat terganggu," ujar Airlangga di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Meski mengakui potensi kenaikan harga BBM seperti yang terjadi saat perang di Ukraina, pemerintah, kata Airlangga, tidak terlalu khawatir terhadap ketersediaan pasokan domestik. Indonesia telah menjalin sejumlah perjanjian pasokan minyak dari negara di luar kawasan Timur Tengah.
Ia menambahkan, peningkatan suplai dari Amerika Serikat serta kenaikan kapasitas produksi negara-negara OPEC diharapkan dapat meredam tekanan harga global. Pemerintah terus memantau perkembangan konflik guna mengantisipasi dampak lanjutan terhadap stabilitas ekonomi nasional. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
