MENDAG AJAK MAHASISWA NTB JADI EKSPORTIR MUDA
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
05 November 2026
30853755
IQPlus, (5/11) - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak mahasiswa di Nusa Tenggara Barat menggeluti usaha sebagai eksportir sejak usia muda guna meningkatkan perekonomian nasional.
Ia menegaskan Kementerian Perdagangan saat ini tengah menggencarkan program Kampus Preneuer atau Kampus Eksportir. Program ini bertujuan mencetak mahasiswa menjadi entrepreneur, khususnya eksportir.
"Kita ingin mengajari anak-anak kita, para mahasiswa ini menjadi entrepreneur. Salah satunya adalah menjadi eksportir," kata Budi Santoso pada wartawan usai memberikan edukasi pada ratusan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat).di Mataram, Kamis.
Budi Santoso mengakui saat ini, pihaknya telah bekerja sama dengan lebih dari 27 kampus di seluruh Indonesia guna mendukung program kampus eksportir tersebut. Program ini tidak hanya bersifat pelatihan, tetapi berorientasi pada hasil nyata berupa transaksi ekspor.
"Caranya kita ajari dari hulu ke hilir, kita buat pelatihan ekspor-nya, standarisasi produknya, packaging-nya, sampai mencarikan buyer," ujarnya.
Ia menyebutkan pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) yang digelar 18-19 Oktober, pihaknya memfasilitasi booth khusus yang diisi oleh 20 kampus dengan produk-produk unggulan kampus dan UMKM binaannya. Hasilnya, terjadi transaksi sebesar 24,5 juta dolar AS. Ia menyebutkan negara tujuan ekspor terbesar dalam program ini antara lain India, Belanda, dan Uni Emirat Arab.
Tiga kampus dengan transaksi terbesar adalah Binus University dengan produk talas sebagai yang terbesar, disusul Telkom University Bandung di posisi kedua, dan IPB di posisi ketiga. Bahkan, Binus dan IPB telah melakukan pelepasan ekspor sebelum gelaran TEI.
"Ini tidak mengganggu kuliah, karena mereka sebenarnya tinggal manajemen-nya saja. Mahasiswa ini nanti berfungsi sekaligus sebagai agregator," tegas Budi Santoso. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
