BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    MENDAG : HARGA BAHAN POKOK STABIL JELANG LEBARAN

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    16 March 2026

    07433285

    IQPlus, (16/3) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar masih relatif stabil dan stok tersedia menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

    Saat melakukan peninjauan langsung di Pasar Rawasari Jakarta, Senin, Budi mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pengawasan langsung ke pasar untuk memastikan ketersediaan barang dan kestabilan harga di tingkat pedagang.

    Menurut dia, kehadiran pemerintah di pasar juga dapat memberikan efek psikologis kepada pedagang agar tidak menjual komoditas di atas harga acuan penjualan (HAP) dan harga eceran tertinggi (HET).

    "Selain itu sebenarnya dengan pengecekan ke pasar itu secara psikologis bisa mempengaruhi pedagang untuk tidak menjual mahal atau tidak menjual di atas HET ya. Itu terus kita lakukan," ujar Budi.

    Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Rawasari, sejumlah komoditas utama masih berada pada kisaran harga yang wajar.

    Harga ayam tercatat sekitar Rp40 ribu per kilogram, sesuai dengan HAP. Sementara bawang merah dijual Rp40 ribu per kilogram dengan HAP Rp41.500.

    Minyak goreng rakyat atau Minyakita dijual sekitar Rp15.700 per liter, atau sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.

    Budi menyampaikan pemerintah juga mendorong ketersediaan minyak goreng merek lain sebagai pendamping Minyakita agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dengan harga yang tetap terjangkau.

    "Minyak second brand juga banyak. Minyak second brand ini sebenarnya minyak pendamping Minyakita jadi biar masyarakat punya banyak pilihan. Tidak hanya Minyakita yang yang terjangkau tapi juga kita ingin ada minyak-minyak lain yang terjangkau oleh masyarakat ya," katanya.

    Meski demikian, Budi mengatakan terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tipis, seperti cabai rawit dan telur, seiring meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.

    Menurut dia, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar. Pemerintah akan terus memantau harga dan pasokan bahan pokok hingga periode Lebaran untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, salah satunya melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

    "Jadi setiap hari itu kan ada kontribusi dari beberapa daerah. Jadi ada 550 titik pasar yang terus kita awasi, kita ikuti perkembangan harganya," terangnya. (end/ant)