MENDAG : KETERGANTUNGAN TERHADAP MINYAKITA DIKURANGI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
18 February 2026
04849348
IQPlus, (18/2) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Susanto menyatakan pemerintah akan mendorong peningkatan produksi dan distribusi minyak goreng alternatif atau second brand guna mengurangi ketergantungan pasar terhadap minyak goreng rakyat atau Minyakita.
Budi menyampaikan langkah ini diambil karena pasokan Minyakita dinilai terbatas, seiring mekanisme domestic market obligation (DMO) yang bergantung pada volume ekspor minyak sawit mentah (CPO). Ketika ekspor turun, kewajiban pasokan untuk dalam negeri juga terbatas.
"Nanti kita perbanyak yang second brand, jadi minyak pendamping Minyakita," ujar Budi di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, sebelum adanya program Minyakita, porsi minyak goreng second brand di pasar bisa mencapai sekitar 50 persen.
Namun setelah Minyakita hadir dengan harga Rp15.700 per liter, sebagian besar konsumen beralih, sehingga produk second brand berkurang.
Kemendag kini mendorong produsen kembali memperbanyak merek dan varian minyak goreng tersebut. Pemerintah juga membuka opsi variasi ukuran kemasan, mulai dari 300 mililiter hingga 500 mililiter agar harga lebih terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Minyakita jumlahnya terbatas. Jadi semua biar nggak fokus ke Minyakita, tapi banyak pilihan minyak goreng-minyak goreng yang lainnya dengan berbagai jenis ukurannya," jelasnya.
Budi menambahkan, pihaknya juga telah mendatangi sejumlah produsen di Bekasi dan Palembang untuk mendorong percepatan produksi second brand, termasuk memastikan Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat terpenuhi, sekaligus distribusinya.
Menurutnya, dengan semakin banyak pilihan minyak goreng di pasar, tekanan terhadap Minyakita dapat berkurang dan stabilitas harga lebih terjaga. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
