MENKEU : MUSIM MAS DAN WILMAR DIANTARA PERUSAHAAN SAWIT YANG DISELIDIKI
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
26 May 2026
14558244
IQPlus, (26/5) - Menteri Keuangan Indonesia mengatakan pada hari Selasa bahwa Wilmar International Limited dan Musim Mas Group termasuk di antara perusahaan kelapa sawit yang saat ini sedang diselidiki karena diduga melakukan "pengurangan nilai faktur" ekspor.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menjawab pertanyaan wartawan, mengatakan kedua perusahaan tersebut termasuk di antara perusahaan kelapa sawit yang sedang diselidiki karena pengurangan nilai faktur.
Wilmar International dan Musim Mas Group tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Wilmar yang berbasis di Singapura adalah salah satu pemilik perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia dengan total luas lahan tanam 234.334 hektar (579.051,92 hektar) pada akhir tahun 2025, di mana sekitar 66% berada di Indonesia, menurut situs webnya.
Musim Mas Group, yang juga berbasis di Singapura, adalah perusahaan minyak sawit terintegrasi besar yang beroperasi di 14 negara, dengan operasi utama di Indonesia, menurut situs webnya.
Indonesia, produsen dan eksportir minyak sawit terbesar di dunia, meluncurkan rencana besar pekan lalu untuk memusatkan ekspor komoditas utama seperti minyak sawit dan batubara, bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pemerintah melalui kontrol yang lebih ketat atas penjualan dan penetapan harga sumber daya alamnya yang melimpah.
"Under-invoicing" melibatkan penagihan barang di bawah harga pasarnya, seringkali untuk menyembunyikan keuntungan dan menghindari pajak.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa mengatasi praktik tersebut merupakan salah satu tujuan utama dari rencana baru ini, dengan mengklaim bahwa penjualan komoditas dengan harga murah telah merugikan negara sebesar $908 miliar sejak tahun 1992.
Harga tandan buah segar (FFB) kelapa sawit Indonesia telah anjlok di tingkat petani setelah pengumuman tersebut. (end/Reuters)
Riset Terkait
Berita Terkait
