MENPERIN BIDIK KONTRIBUSI MANUFAKTUR RI NAIK
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
08 October 2026
28048510
IQPlus, (8/10) - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji membidik peningkatan kontribusi sektor industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi lebih dari 20 hingga 25 persen sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Sarmuji di Jakarta, Kamis menyampaikan sektor industri perlu tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi karena industri dinilai menjadi salah satu penggerak utama perekonomian.
Ini disampaikannya menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober.
"Kita menargetkan supaya pertumbuhan industri kita lebih tinggi lagi, melebihi pertumbuhan ekonomi. Kenapa? Karena industri inilah sebenarnya mengerek pertumbuhan ekonomi. Jangan justru sektor industri lebih rendah atau hanya seimbang saja dengan pertumbuhan ekonomi kita. Kita lagi mencari cara, benar-benar mencari cara supaya sektor ini tumbuh lebih cepat lagi," ujar Sarmuji.
Menurut dia, kontribusi industri terhadap PDB saat ini berada di kisaran 19 persen. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ingin meningkatkan porsi tersebut secara bertahap hingga mencapai lebih dari 20 persen, dengan sasaran lebih jauh berada pada kisaran 21 persen hingga 25 persen.
"Saat ini kontribusi yang tercatat di BPS, kontribusi industri terhadap pertumbuhan PDB, terhadap produk domestik bruto, sekitar 19 persen. Kita mau lebih cepat lagi, kita capai mudah-mudahan bisa di atas 20 persen, 21 persen sampai 25 persen terhadap PDB," katanya.
Sarmuji menegaskan peningkatan kontribusi tersebut diperlukan agar sektor industri dapat terus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi.
"Jangan sampai industri kita layu sebelum mencapai puncaknya. Memang di negara-negara maju juga industri itu melandai dan mungkin turun. Tapi bukan karena lemah industrinya, tapi memang tahapan masyarakatnya sudah sampai ke level itu. Jadi sudah mature, industrinya sudah sampai ke tingkat mature," ujarnya.
Menurut Sarmuji, penentuan target peningkatan kontribusi ini perlu mempertimbangkan kondisi industri secara menyeluruh.
Ia menekankan, pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri. Sementara itu, pelaku industri dapat menjalankan dan mengembangkan kegiatan usahanya ketika ekosistem tersebut tersedia dengan baik. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
