NEGOSIASI AKUISISI KDTN BERLANJUT, RUBY MINING HONGKONG SIAP JADI PENGENDALI BARU?
Share via
Terbit Pada
24 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 24-04-2026, 04:31:pm
11358757
IQPlus, (24/4) - Emiten kontraktor dan furnitur, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk. (Perseroan/CSIS), secara resmi melaporkan perkembangan terbaru terkait rencana pengambilalihan saham PT Puri Sentul Permai Tbk. (KDTN) oleh investor asal luar negeri, Ruby Mining Hongkong Limited.
Dalam keterangan resminya, Direktur Utama CSIS, Tjoea Aubintoro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima informasi mengenai perkembangan negosiasi tersebut pada Jumat, 24 April 2026."Perseroan menerima informasi mengenai perkembangan negosiasi sehubungan rencana pengambilalihan saham PT Puri Sentul Permai Tbk. (KDTN) dengan PT Putrasakti Mandiri, PT Intan Perdana Sukses, dan Perseroan sebagai para penjual," tulis manajemen dalam laporan tersebut.
Rencana aksi korporasi ini dipicu oleh surat dari Ruby Mining Hongkong Limited bernomor 02/EXT/RM/IV/2026. Perusahaan asal Hongkong tersebut bertindak sebagai calon pengendali baru bagi KDTN. Sebagai bentuk transparansi, perkembangan negosiasi ini juga telah diumumkan secara luas melalui surat kabar pada tanggal yang sama.
Meskipun proses negosiasi pengambilalihan saham sedang berlangsung, manajemen CSIS menegaskan bahwa hal tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas internal perusahaan saat ini."Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan saat ini," tegas Tjoea Aubintoro dalam keterangan tertulisnya.
Sebagai informasi, CSIS sendiri merupakan perusahaan yang berbasis di Kawasan Industri Olympic, Bogor, dengan fokus bidang usaha kontraktor, industri pengerjaan kayu, dan furnitur. CSIS adalah perusahaan anggota Olympic Group yang memiliki keterkaitan erat dengan PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN), perusahaan sektor akomodasi, di mana CSIS tercatat sebagai salah satu pemegang saham KDTN. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
