BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    OJK CATAT NILAI TRANSAKSI HARIAN SBN CAPAI Rp60 TRILIUN

    Kategori

    Ekonomi Bisnis

    Terbit Pada

    14 April 2026

    10326295

    IQPlus, (14/4) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pasar surat utang domestik mencatatkan perkembangan positif, salah satunya tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp60 triliun sepanjang tahun 2025.

    Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK Eddy Manindo Harahap menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas perdagangan, sekaligus menunjukkan kepercayaan pelaku pasar yang semakin kuat terhadap instrumen surat utang.

    "Perkembangan surat utang, baik SBN maupun obligasi korporasi, sejauh ini menunjukkan tren positif. Rata-rata nilai transaksi harian SBN, sekarang sudah cukup besar sekitar Rp60 triliun pada 2025," ujar Eddy dalam acara Penganugerahan SPPA Award 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin.

    OJK juga melaporkan kepemilikan SBN yang dapat diperdagangkan turut mencatatkan pertumbuhan 8,67 persen year on year (yoy), yang mencerminkan minat investor semakin kuat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

    "Beberapa indikator mencerminkan perkembangan yang signifikan, seperti misalnya pemilikan SBN yang dapat diperdagangkan sekarang tumbuh sekitar 8,67 persen secara tahunan," ujar Eddy.

    Lebih lanjut, Eddy menyampaikan aktivitas Repurchase Agreement (Repo) SBN juga menunjukkan pertumbuhan signifikan.

    Adapun, saat ini porsi Repo SBN terhadap total transaksi mencapai sekitar 35 persen, sementara Repo antarbank menyumbang lebih dari 70 persen dari total aktivitas Repo.

    "Termasuk juga porsi Repo SBN terhadap total transaksi itu saat ini 35 persen, dan juga Repo antarbank ini juga menyumbang hingga lebih dari 70 persen dari aktivitas Repo," ujar Eddy.

    Eddy mengatakan data-data tersebut mencerminkan bahwa kedalaman pasar terus meningkat, proses price recovery semakin baik, serta mekanisme Repo semakin berkembang secara market-driven. (end/ant)