BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

PERKUAT ANAK USAHA, SUNI SUNTIK MODAL RP59,97 MILIAR KE RTM

Terbit Pada

27 August 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 21-07-2026, 10:21:am

23855762

IQPlus, (26/8) - PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) meningkatkan penyertaan modal disetor pada entitas anak usahanya, PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM), sebesar Rp59,97 miliar atau setara dengan 59.976.000 lembar saham. Transaksi yang disahkan melalui Akta Keputusan Pemegang Saham No. 06 tersebut dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Direktur PT Sunindo Pratama Tbk, Freddy Soejandy, menyampaikan bahwa kucuran dana segar ini difokuskan untuk menunjang ekspansi bisnis anak usaha. Setoran modal tersebut akan dialokasikan oleh RTM sebagai belanja modal (capital expenditure) untuk pembangunan pabrik baru (RTM 2) serta penambahan modal kerja perusahaan.

"Penambahan line produksi baru dan peningkatan kapasitas produksi RTM dilakukan untuk mengantisipasi tambahan permintaan dari pelanggan. Langkah ini memungkinkan Perseroan memperluas pasar serta menambah lini produk baru, sehingga diharapkan mampu meningkatkan penjualan dan laba di masa mendatang," ujar manajemen dalam laporan keterbukaan informasi.

PT Sunindo Pratama Tbk merupakan emiten yang bergerak di bidang penunjang pertambangan minyak dan gas bumi (migas), sementara RTM yang berdomisili di Batam, Kepulauan Riau beroperasi di industri pembuatan pipa dan sambungan pipa dari baja dan besi. Selama ini, sebagian besar pasokan persediaan barang Perseroan dipenuhi dari hasil produksi RTM.

Melalui transaksi ini, Sunindo Pratama tetap mempertahankan porsi kepemilikan saham mayoritasnya di RTM sebesar 99,96%. Transaksi penambahan modal ini tergolong sebagai transaksi afiliasi berdasarkan POJK No. 42/POJK.04/2020, mengingat RTM dikendalikan langsung oleh Perseroan.

Selain itu, Soe To Tie Lin menjabat sebagai Komisaris Utama sekaligus pemegang saham pengendali di kedua perusahaan tersebut. Nilai transaksi sebesar Rp59,97 miliar ini setara dengan 6,95% dari total ekuitas Perseroan yang tercatat sebesar Rp863,13 miliar per 31 Desember 2025. Karena persentasenya berada di bawah 20% dan bertujuan mempertahankan persentase kepemilikan saham yang telah berjalan lebih dari satu tahun, transaksi ini tidak wajib menggunakan jasa penilai independen maupun persetujuan RUPS. (end)