PRABOWO : EKSPOR PERDANA BATERAI BUKTI STRATEGI HILIRISASI TEPAT
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
08 October 2026
28056345
IQPlus, (8/10) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi bukti keberhasilan strategi hilirisasi industri yang dijalankan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
"Hari ini, ekspor perdana baterai kendaraan listrik adalah langkah penting. Ini adalah bukti nyata bahwa strategi hilirisasi kita benar dan akan kita teruskan dengan sebaik-baiknya," kata Prabowo saat peluncuran program hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis, yang dipantau secara daring dari Jakarta.
Prabowo mengatakan ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan peluncuran 11 proyek hilirisasi di kawasan tersebut merupakan buah dari upaya dan keputusan yang diambil oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
Menurut Kepala Negara, pembangunan yang dilakukan para pemimpin terdahulu turut membawa Indonesia pada capaian saat ini.
"Pembangunan negara, 'nation building', bukan usaha yang singkat. Nation building adalah sebuah perjuangan, perjalanan panjang, 'nation building is a long march'. Ini bagian dari 'long march' itu," katanya.
Prabowo mengatakan energi dan semangat dari masa lalu perlu diteruskan untuk menggerakkan pembangunan Indonesia pada masa kini dan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik serta empat proyek industri yang memasuki tahap komersial di kawasan IWIP.
Empat proyek tersebut adalah Blue Sparking Energy, REPT Battero Indonesia, Pioneer Aluminium Industries, dan XCMG Indonesia Manufacturing.
Presiden juga mencanangkan peletakan batu pertama tujuh proyek industri baru, yakni Guangqing Nickel Cobalt, Eno Prima Material, Tinci Materials Indonesia, Weda Bay Aluminium, Bintang Karya Aluminium, Flat Solar Energy Indonesia, dan Guangqing Motor Indonesia.
Dengan demikian, terdapat 11 proyek industri yang terdiri atas empat proyek yang memasuki tahap komersial dan tujuh proyek yang memulai pembangunan.
Total nilai investasi program hilirisasi tersebut mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
