BCA Sekuritas
    langid
    Berita Harian

    RUPST BANK OCBC SETUJUI RENCANA PEMBAGIAN DIVIDEN RP45 PER SAHAM

    Terbit Pada

    09 April 2026

    Saham Terkait

    Terakhir diperbarui: 09-04-2026, 04:31:pm

    09857640

    IQPlus, (9/4) - PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di OCBC Tower, Jakarta. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui sembilan mata acara, termasuk pengesahan laporan tahunan, penggunaan laba bersih, hingga perubahan susunan pengurus perseroan.

    Salah satu keputusan utama adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp5,06 triliun. Perseroan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp45 per saham atau total Rp1,03 triliun, setara 20,42% dari laba bersih. Selain itu, sebesar Rp1 miliar dialokasikan sebagai cadangan umum, sementara sisanya dibukukan sebagai laba ditahan.

    RUPST juga menyetujui realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, pelaksanaan pembelian kembali saham (buyback) sebanyak 438.000 saham, serta pengalihan saham hasil buyback untuk remunerasi variabel sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, pemegang saham turut menyetujui pengkinian rencana aksi pemulihan (recovery plan) serta langkah pengambilalihan saham dalam rangka pelaksanaan fungsi sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan.

    Pada aspek tata kelola, perseroan menyetujui perubahan anggaran dasar guna menyesuaikan dengan regulasi terbaru. Rapat juga menetapkan perubahan susunan pengurus, termasuk pengangkatan kembali sejumlah komisaris dan direksi.

    Pramukti Surjaudaja kembali menjabat sebagai Presiden Komisaris, didampingi Betti S. Alisjahbana dan Nicholas Tan sebagai Komisaris Independen hingga RUPST 2029. Sementara itu, Jusuf Halim diangkat kembali sebagai Komisaris Independen hingga RUPST 2027.

    Di jajaran direksi, Parwati Surjaudaja kembali dipercaya sebagai Presiden Direktur bersama Hartati, The Ka Jit, dan Lili S. Budiana dengan masa jabatan hingga RUPST 2029.

    Pada Dewan Pengawas Syariah, Mohammad Bagus Teguh Perwira diangkat sebagai ketua hingga 2029, sementara Jaenal Effendi mengundurkan diri dari jabatannya. Perseroan juga akan mengangkat anggota baru Dewan Pengawas Syariah setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Selain itu, RUPST memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik dan kantor akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan untuk tahun buku 2026.

    Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC mengatakan, "Sepanjang 2025, OCBC mencatatkan pertumbuhan yang berkualitas dengan fundamental permodalan dan likuiditas yang tetap kuat. Di tengah dinamika global yang menantang, Bank telah menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit yang selektif, pengelolaan risiko yang baik, serta penguatan CASA dan basis nasabah yang berkelanjutan. Kinerja ini mencerminkan OCBC yang berfokus pada pertumbuhan jangka panjang."

    Ia menambahkan, "Langkah OCBC menjadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan merupakan salah satu upaya untuk senantiasa memperkuat tata kelola dan manajemen risiko yang terintegrasi. Struktur ini bukan hanya memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga memperkuat sinergi bisnis, efisiensi modal, dan daya saing kami dalam melayani kebutuhan nasabah secara lebih holistik."

    Dalam hal transformasi digital, Bank terus mencatatkan perkembangan yang positif. Sepanjang tahun 2025, total frekuensi transaksi digital tumbuh sebesar 46% secara tahunan didukung oleh pertumbuhan jumlah pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile Banking mencapai 13% secara tahunan, serta pertumbuhan pengguna aktif OCBC Business Mobile untuk nasabah korporasi sebesar 19% secara tahunan. Dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1.500 triliun selama tahun 2025.

    Sepanjang 2025 OCBC juga melakukan inovasi produk untuk memperluas relevansi di berbagai segmen. Di antaranya melalui peluncuran Young NYALA sebagai solusi literasi keuangan anak dan remaja, kehadiran OCBC Star Wars Platinum Credit Card yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengelola kebiasaan baik dalam transaksi keuangan, serta fitur pembayaran nirsentuh Tap Kartu Kredit OCBC berbasis NFC untuk menghadirkan pengalaman transaksi yang seamless.

    OCBC juga memperluas dukungan terhadap pelaku usaha melalui OCBC Merchant, serta mendorong literasi dan kesehatan finansial masyarakat melalui penyelenggaraan Nyala Festival 2025 dan peluncuran Financial Fitness Index 2025 sebagai tolok ukur kondisi finansial masyarakat Indonesia. Di sisi pendanaan, penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I 2025 juga semakin memperkuat struktur pendanaan serta mendukung pertumbuhan kredit yang berkualitas dan berkelanjutan.

    Selain itu, di 2025 OCBC juga menggelar OCBC One Connect untuk ketiga kalinya; sebuah forum bisnis yang mempertemukan pelaku industri, pemangku kepentingan, dan investor dari Tiongkok dan Indonesia serta menyelenggarakan OCBC Business Forum 2025 dengan tema "Navigating Global Challenges: Strategies for Resilient Growth and Collaboration," menyoroti pentingnya strategi bisnis yang adaptif dan kolaboratif dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang penuh tantangan. (end)