RUPST SAWIT SUMBERMAS (SSMS) SETUJUI PEMBAGIAN DIVIDEN TUNAI Rp800 MILIAR
Share via
Terbit Pada
30 April 2026
Saham Terkait
Terakhir diperbarui: 25-03-2026, 09:21:am
11957542
IQPlus, (30/4) - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp800 miliar kepada pemegang saham setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar hari ini. Nilai dividen tersebut setara Rp83,99 per saham atau sekitar 68,92 persen dari laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Pembagian dividen ini akan didistribusikan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan masing-masing. Sementara itu, sisa laba bersih sebesar Rp360,69 miliar atau 31,08 persen akan dialokasikan sebagai cadangan lainnya guna memperkuat saldo laba ditahan Perseroan.
Keputusan pembagian dividen tersebut mencerminkan komitmen SSMS dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sekaligus menjaga keseimbangan struktur keuangan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, mengatakan Perseroan tetap fokus memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui peningkatan sistem ketertelusuran rantai pasok, penerapan praktik perkebunan berkelanjutan, serta pemenuhan sertifikasi nasional dan internasional seperti RSPO dan ISPO.
Menurut Jap, strategi operasional yang disiplin dan penguatan tata kelola berkelanjutan menjadi kunci Perseroan dalam menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri kelapa sawit global. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi SSMS sebagai produsen kelapa sawit yang kompetitif dan bertanggung jawab.
Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST juga menyepakati pengangkatan kembali Rimbun Situmorang sebagai Komisaris Perseroan, sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan dan efektivitas pengawasan perusahaan.
Memasuki 2026, SSMS optimistis prospek industri kelapa sawit masih berada dalam tren positif, didukung oleh meningkatnya permintaan global terhadap minyak nabati, pertumbuhan industri pangan, serta kebutuhan energi alternatif yang lebih berkelanjutan. (end)
Riset Terkait
Berita Terkait
