bonds

    Fixed Income Daily Notes 12 May 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    12 May 2026 - 08.40am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 12 May 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 14-05-2026, 02:31

    Americas

    Penjualan rumah eksisting AS naik tipis meski tekanan suku bunga. Penjualan rumah eksisting di AS naik 0,2% MoM menjadi 4,02 juta unit (annualized) pada April 2026, sedikit di bawah ekspektasi pasar, seiring kenaikan suku bunga KPR yang mengikuti lonjakan yield Treasury akibat kenaikan harga energi. Meski kondisi makro masih mixed, National Association of Realtors menilai keterjangkauan perumahan mulai membaik, didukung suku bunga KPR yang lebih rendah dibanding setahun lalu dan pertumbuhan pendapatan yang melampaui kenaikan harga rumah.

    Harga WTI naik mendekati USD 100 seiring rapuhnya gencatan senjata Teluk. Harga minyak WTI melanjutkan penguatan ke sekitar USD 98 per barel setelah Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi rapuh, memperkecil peluang konflik berakhir dalam waktu dekat dan meningkatkan risiko terganggunya ekspor energi kawasan. Saudi Aramco memperingatkan pasar kehilangan sekitar 100 juta barel pasokan per pekan, dengan eskalasi keamanan terbaru di kawasan Teluk menegaskan bahwa risiko geopolitik masih tinggi.

    Yield UST 10 tahun naik seiring ketegangan geopolitik dan fokus data inflasi. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik sekitar 5 bps ke 4,4% dipicu eskalasi kembali ketegangan AS–Iran yang mendorong harga minyak lebih tinggi dan menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi, di tengah penolakan Presiden Trump atas respons Iran dan meningkatnya ketidakpastian Timur Tengah, sementara pasar menanti rilis data inflasi AS sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed serta mencermati pertemuan puncak Trump–Xi yang berpotensi memengaruhi dinamika geopolitik global.

     

    Europe

    Penjualan ritel Inggris kembali terkontraksi di April. Penjualan ritel Inggris turun 3,4% YoY secara like‑for‑like pada April 2026, jauh di bawah ekspektasi dan berbalik dari pertumbuhan bulan sebelumnya, menandai kontraksi pertama sejak Nov‑24. Pelemahan terutama terjadi pada belanja diskresioner seperti perjalanan dan barang bernilai besar, seiring konsumen menahan pengeluaran di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah dan kekhawatiran biaya hidup yang lebih tinggi, meski faktor timing Paskah turut memengaruhi data bulanan.

    Yield Eropa melonjak di tengah risiko geopolitik dan inflasi. Yield Gilt Inggris naik ke sekitar 5% dan Bund Jerman ke 3,02% seiring lonjakan harga Brent di atas USD 105 per barel akibat kebuntuan negosiasi AS–Iran yang menjaga ketidakpastian Selat Hormuz, memperkuat kembali kekhawatiran inflasi di tengah tekanan politik domestik Inggris dan mendorong ekspektasi kebijakan moneter lebih hawkish, dengan pasar memprice‑in setidaknya dua kenaikan suku bunga oleh Bank of England dan ECB tahun ini.

    Asia

    Belanja rumah tangga Jepang melemah, inflasi China kembali menguat. Pengeluaran rumah tangga Jepang turun 2,9% YoY pada Maret 2026, lebih dalam dari bulan sebelumnya dan di bawah ekspektasi, menandai kontraksi konsumsi empat bulan beruntun seiring tekanan inflasi yang terus membatasi daya beli. Di sisi lain, inflasi China naik ke 1,2% YoY pada April, melampaui perkiraan pasar, didorong kenaikan biaya transportasi dan non‑pangan akibat lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok.

    Yield obligasi Asia bergerak beragam dipengaruhi energi dan data China. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,49% seiring lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat sinyal bahwa BOJ masih membuka ruang kenaikan suku bunga lanjutan. Sebaliknya di China, yield 10 tahun turun ke sekitar 1,76% setelah data perdagangan yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan kepercayaan terhadap ekonomi, pasar kini mencermati pertemuan Trump–Xi di pekan ini.