bonds

Fixed Income Daily Notes 16 Jul 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

16 July 2026 - 08.03am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 16 Jul 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 28-07-2026, 07:25

Americas

Inflasi produsen AS turun, Bank of Canada pertahankan suku bunga. Indeks harga produsen (PPI) AS turun 0,3% MoM pada Juni 2026, penurunan pertama sejak Agustus 2025, didorong oleh turunnya harga energi terutama bensin, sementara inflasi produsen tahunan melambat menjadi 5,5% dari 6,0% pada bulan sebelumnya. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda di tingkat produsen, sedangkan Bank of Canada mempertahankan suku bunga di 2,25% sambil menilai pertumbuhan ekonomi masih cukup solid dan tekanan inflasi diperkirakan akan terus berangsur turun.

Harga minyak naik di atas USD80 per barel, sementara emas bertahan stabil. Harga minyak melanjutkan kenaikan untuk hari keempat berturut-turut setelah AS meningkatkan tekanan militer terhadap Iran dan kembali memunculkan kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Timur Tengah, sehingga mendorong minyak ke level tertinggi dalam sekitar satu bulan. Di sisi lain, harga emas bergerak relatif stabil karena data inflasi AS yang lebih lemah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, meskipun risiko geopolitik yang meningkat masih menjadi faktor pendukung bagi aset safe haven.

Yield UST dan dolar AS melemah setelah data inflasi AS lebih lunak. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,55% dan indeks dolar AS melemah setelah data CPI dan PPI Juni menunjukkan tekanan inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Kondisi tersebut mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September, meskipun risiko inflasi dari kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah masih menjadi faktor yang terus dipantau investor.

Europe

Produksi industri Eurozone kembali melemah pada Mei 2026. Produksi industri kawasan Eurozone turun 0,2% MoM pada Mei 2026 setelah mencatat pertumbuhan selama tiga bulan berturut-turut, terutama akibat penurunan output barang konsumsi tahan lama dan barang antara. Secara tahunan, produksi industri juga terkontraksi 1,2%, mengindikasikan aktivitas manufaktur kawasan masih menghadapi tantangan meskipun Jerman dan Spanyol mencatat pertumbuhan produksi yang positif.

Yield obligasi Eropa naik di tengah meningkatnya risiko inflasi energi. Yield gilt Inggris tenor 10 tahun bertahan di sekitar 5,0% dan Bund Jerman di 3,1% setelah kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong pasar memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh BoE dan ECB. Ketidakpastian pasokan energi menjadi faktor utama yang menopang tekanan pada pasar obligasi Eropa, meski sejumlah pejabat ECB mengindikasikan pengetatan kebijakan lebih lanjut.

Asia

BoK tahan suku bunga, sementara perlambatan ekonomi China perkuat ekspektasi stimulus. Bank of Korea mempertahankan suku bunga acuan di 2,5% dan tetap berhati-hati terhadap risiko inflasi yang meningkat akibat kenaikan harga energi, meski prospek pertumbuhan ekonomi dan ekspor semikonduktor masih kuat. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi 4,3% YoY pada kuartal II-2026, memperkuat ekspektasi pasar bahwa pemerintah akan meningkatkan dukungan kebijakan untuk menopang permintaan domestik dan aktivitas investasi.

Yield Korea Selatan naik, sementara China perkuat ekspektasi stimulus. Yield obligasi pemerintah Korea Selatan tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 2022 karena pasar semakin memperkirakan kenaikan suku bunga Bank of Korea di tengah inflasi yang masih tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang solid. Sementara itu, yield obligasi China turun setelah data ekonomi kuartal II menunjukkan perlambatan pertumbuhan, sehingga memperkuat ekspektasi pasar terhadap tambahan dukungan fiskal dan kebijakan untuk menopang aktivitas ekonomi dalam beberapa bulan mendatang.