Terakhir diperbarui: 20-10-2026, 06:48
Americas
Komentar Warsh kurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Oktober. Ketua The Fed Kevin Warsh menolak memberikan sinyal terkait hasil FOMC bulan ini dan menegaskan bahwa perkembangan ekonomi AS sejauh ini masih berjalan sesuai ekspektasi bank sentral meskipun inflasi terbaru lebih tinggi dari perkiraan. Warsh juga kembali menyoroti bahwa tekanan inflasi masih terlalu tinggi dan tetap menjadi perhatian utama para pembuat kebijakan. Pernyataan tersebut mendorong pasar semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober, meski peluang pengetatan tambahan di akhir tahun masih terbuka.
Harga minyak naik dipicu meningkatnya risiko pasokan. Harga minyak bertahan di dekat level tertinggi terbaru seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan akibat serangan terhadap fasilitas energi Rusia dan berlanjutnya serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk Persia. Eskalasi ketegangan tersebut kembali mendorong geopolitical risk premium dan meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran arus ekspor minyak global.
Yield UST naik meski ekspektasi kenaikan suku bunga mereda. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak lebih tinggi pada akhir pekan, meski masih lebih rendah dibandingkan level puncak yang sempat dicapai sebelumnya. Pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan The Fed setelah Ketua The Fed Kevin Warsh memberikan sinyal yang memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan dipertahankan pada pertemuan bulan ini. Namun, data inflasi dan inflasi produsen AS yang lebih tinggi dari perkiraan serta ketahanan ekonomi yang masih solid membuat pasar tetap mengantisipasi peluang kenaikan suku bunga pada Desember.
Europe
Inflasi Eropa naik, neraca perdagangan berbalik defisit. Inflasi Zona Euro meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut pada September, didorong oleh kenaikan harga energi, jasa, serta makanan dan minuman, sementara inflasi inti juga bergerak lebih tinggi yang mencerminkan tekanan harga yang masih persisten. Di saat yang sama, kawasan Euro mencatat defisit perdagangan terbesar sejak awal 2023 akibat lonjakan impor, terutama untuk produk energi di tengah gangguan pasokan yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Yield obligasi Eropa bergerak beragam dipengaruhi prospek suku bunga dan fiskal. Yield obligasi Inggris menguat setelah data ekonomi yang lebih solid meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga BoE, sementara yield Jerman dan Italia tetap dekat level terendah beberapa pekan terakhir seiring meredanya ekspektasi pengetatan moneter global. Investor juga mencermati komentar ECB yang menilai tekanan inflasi dari harga energi belum menyebar luas ke perekonomian, meski pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga pada Desember.
Asia
Ketegangan Iran meningkat, serangan terhadap kapal komersial berlanjut. Iran memperingatkan telah menyiapkan respons yang lebih keras terhadap potensi serangan baru dari AS dan Israel, meski tetap membuka ruang dialog di tengah meningkatnya tensi geopolitik kawasan. Pada saat yang sama, sejumlah insiden serangan terhadap kapal komersial di sekitar Semenanjung Arab kembali dilaporkan, menyoroti risiko keamanan yang masih tinggi di jalur pelayaran strategis Timur Tengah.
Yield obligasi Asia bergerak beragam dipengaruhi prospek suku bunga. Yield obligasi Jepang menguat setelah muncul sinyal hawkish dari pejabat BoJ yang mendukung kelanjutan normalisasi kebijakan moneter dan membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan. Sebaliknya, yield obligasi Australia turun setelah data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga RBA dalam waktu dekat. Perbedaan arah pergerakan tersebut mencerminkan prospek kebijakan moneter yang semakin bervariasi di kawasan Asia-Pasifik.
