Terakhir diperbarui: 21-04-2026, 20:35
Americas
Iran ancam balas aksi AS di Teluk Oman. Militer Iran memperingatkan akan segera melakukan pembalasan setelah pasukan Amerika Serikat menembaki dan menyita kapal kontainer berbendera Iran di Teluk Oman pada 19 April 2026, dengan menuduh Washington melanggar gencatan senjata dan melakukan “perampokan maritim.” Menurut pernyataan militer Iran yang disiarkan media pemerintah, AS disebut merusak peralatan navigasi kapal dan mengerahkan pasukan secara paksa di atas kapal, yang dinilai sebagai tindakan agresi langsung terhadap kepentingan Iran.
Harga WTI melonjak tajam usai eskalasi baru di Selat Hormuz. Harga minyak WTI melonjak hampir 8% menembus USD90 per barel setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas, dipicu insiden penyitaan kapal berbendera Iran oleh Angkatan Laut AS di Teluk Oman dan langkah Teheran yang kembali menegaskan kontrol atas Selat Hormuz. Eskalasi ini merusak optimisme perdamaian yang sempat terbentuk, meski AS menyebut akan melanjutkan perundingan di Pakistan, dan kembali meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global, tekanan inflasi, serta perlambatan ekonomi dunia.
Yield Treasury AS tetap tinggi, ekspektasi pelonggaran makin menyusut. Imbal hasil US Treasury 10 tahun bertahan di atas 4,3% seiring risiko inflasi dari harga energi yang masih tinggi, mendorong pasar mengubah pandangan menjadi menahan suku bunga The Fed sepanjang tahun. Meski ada sentimen geopolitik yang lebih positif lewat klaim gencatan sementara Timur Tengah, pasar obligasi tetap mencerminkan kehati‑hatian terhadap inflasi, sementara dolar AS stabil dengan kecenderungan melemah secara mingguan.
Europe
Surplus dagang Zona Euro menyempit tajam pada Februari 2026. Surplus perdagangan Zona Euro turun menjadi EUR11,5 miliar pada Februari 2026 dari EUR23,1 miliar setahun sebelumnya, sedikit di bawah ekspektasi, seiring penurunan ekspor 6,7% YoY yang lebih dalam dibanding impor (-2,2%). Pelemahan terutama terjadi pada sektor kimia serta mesin dan kendaraan, sementara defisit energi membaik.
Yield Eropa tinggi, Inggris lebih dovish di tengah risiko inflasi energi. Imbal hasil Bund Jerman bertahan di sekitar 3% dekat level tertinggi 15 tahun karena kekhawatiran inflasi yang persisten, meski harga minyak mulai mereda di tengah harapan perpanjangan gencatan senjata AS–Iran; pasar kini memproyeksikan dua kenaikan suku bunga ECB tahun ini (turun dari tiga sebelumnya). OAT Prancis juga tetap elevated meski turun di bawah 3,7%. Sebaliknya, Gilt Inggris 10 tahun turun ke sekitar 4,75% setelah pejabat BoE menilai belum ada urgensi pengetatan, menyeimbangkan risiko inflasi energi dengan perlambatan pertumbuhan jelang rapat akhir April.
Asia
China gelar latihan militer langka di Pasifik Barat, kirim sinyal ke AS. Militer China mengerahkan kapal perang melintasi rantai kepulauan pertama untuk menggelar latihan di Pasifik Barat—langkah yang jarang dilakukan dan berpotensi menantang dominasi Amerika Serikat di kawasan. Latihan ini diklaim Beijing sebagai latihan rutin guna menguji kemampuan operasi laut lepas, namun dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional, termasuk kritik China terhadap kehadiran kapal Jepang di Selat Taiwan.
Yield Jepang dan Australia bergerak datar jelang keputusan bank sentral. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun bertahan di sekitar 2,41% karena Gubernur BOJ Kazuo Ueda belum memberi sinyal jelas arah suku bunga jelang rapat, menyeimbangkan risiko inflasi energi dan pelemahan pertumbuhan; IMF menilai lonjakan inflasi akibat konflik Iran bersifat sementara dan tidak mengganggu pengetatan bertahap. Di Australia, yield 10 tahun bergerak di sekitar 5% dekat puncak multi‑dekade, dengan pasar tenaga kerja yang masih ketat menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga RBA pada Mei, meski geopolitik Timur Tengah dan gangguan Selat Hormuz menjaga volatilitas harga energi.
