bonds

    Fixed Income Daily Notes 25 May 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    25 May 2026 - 08.10am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 25 May 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 29-05-2026, 00:43

    Americas

    Sentimen konsumen AS jatuh ke rekor terendah di tengah tekanan harga. Indeks kepercayaan konsumen University of Michigan turun ke 44,8 pada Mei 2026—level terendah sepanjang sejarah—dipicu kenaikan harga bensin akibat gangguan pasokan dari Selat Hormuz yang terus menekan daya beli. Kekhawatiran terhadap inflasi juga semakin meluas ke jangka panjang, tercermin dari kenaikan ekspektasi inflasi baik jangka pendek maupun panjang, menandakan tekanan harga yang lebih persisten dan risiko bagi prospek konsumsi ke depan.

                                                       

    Harga minyak turun tajam, emas rebound di tengah harapan kesepakatan AS–Iran. Harga minyak WTI turun sekitar 5% ke kisaran USD 91 per barel seiring meningkatnya optimisme terhadap potensi kesepakatan AS–Iran yang dapat membuka kembali Selat Hormuz dan meredakan gangguan pasokan global. Di sisi lain, harga emas naik mendekati USD 4.600 per ons sebagai respons terhadap meredanya kekhawatiran inflasi dan suku bunga, meski tetap tertekan sejak awal konflik seiring ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih ketat.

    Yield UST turun tipis di tengah harapan de‑eskalasi konflik AS–Iran. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun melemah ke sekitar 4,56% seiring meredanya kekhawatiran inflasi setelah muncul optimisme negosiasi AS–Iran yang menekan harga energi. Namun demikian, tingkat yield tetap relatif tinggi karena harga minyak masih jauh di atas level sebelum konflik, sehingga tekanan inflasi belum sepenuhnya hilang dan mendorong sikap hati‑hati bank sentral, dengan pasar masih memprice‑in potensi hawkish-nya The Fed hingga akhir tahun.

     

    Europe

    Upah Zona Euro melambat, konsumsi Inggris kembali tertekan. Pertumbuhan upah negosiasi di Zona Euro melambat ke 2,5% YoY pada 1Q26, memberi ruang bagi ECB untuk lebih berhati‑hati meski tekanan inflasi dari lonjakan harga energi tetap tinggi. Di Inggris, penjualan ritel turun 1,3% MoM pada April mencerminkan pelemahan konsumsi akibat kenaikan biaya hidup, sementara sentimen konsumen hanya membaik tipis dan masih berada di zona negatif, menandakan permintaan domestik tetap rapuh di tengah ketidakpastian suku bunga dan inflasi.

    Yield Eropa turun tipis di tengah harapan de‑eskalasi dan pelemahan data Inggris. Yield Bund Jerman turun ke sekitar 3,05% seiring optimisme negosiasi AS–Iran yang menekan harga energi, sementara Gilt Inggris melemah mendekati 4,9% didorong data ekonomi yang lebih lemah seperti penurunan penjualan ritel dan pelemahan pasar tenaga kerja. Di tengah kondisi ini, pasar tetap berhati‑hati karena prospek inflasi dan kebijakan moneter masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan fiskal.

    Asia

    Sentimen Korea Selatan menguat, likuiditas Taiwan meningkat. Indeks kepercayaan konsumen Korea Selatan naik ke 106,1 pada Mei 2026, mencerminkan perbaikan optimisme rumah tangga terhadap kondisi ekonomi dan prospek pendapatan. Sementara itu di Taiwan, pertumbuhan likuiditas tetap solid dengan M2 naik 6,45% YoY ke rekor tertinggi didorong aliran masuk modal dan ekspansi kredit, meski dinamika pasar tenaga kerja menunjukkan stabilitas yang relatif terbatas.

    Yield obligasi Jepang dan Australia bergerak berlawanan dipengaruhi inflasi dan tenaga kerja. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun bertahan di sekitar 2,78% mendekati level tertinggi multi‑dekade meski inflasi domestik melandai, karena ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi kebijakan tetap hati‑hati, sementara yield obligasi Australia turun ke bawah 4,9% seiring pelemahan pasar tenaga kerja yang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga meskipun dinamika energi global masih menjadi faktor risiko.