bonds

    Fixed Income Daily Notes 29 April 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    29 April 2026 - 08.34am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 29 April 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 02-05-2026, 15:14

    Americas

    Manufaktur Fifth District membaik, kenaikan harga rumah AS makin melambat. Indeks manufaktur Fifth District (Richmond Fed) naik ke 3 pada April 2026, berlawanan dengan ekspektasi kontraksi, ditopang perbaikan pesanan baru dan kondisi bisnis lokal, sementara tekanan biaya input meningkat meski harga jual melambat. Di sisi lain, kenaikan harga rumah AS melambat ke 0,9% YoY pada Februari 2026, terendah sejak 2023, dengan lebih dari separuh kota mencatat penurunan tahunan yang dipimpin oleh Chicago.

    Harga minyak melonjak di tengah kebuntuan AS–Iran. Harga minyak terus menguat dengan WTI hampir mencapai USD100 per barel dan Brent menembus USD110 per barel, mencatat kenaikan tujuh sesi beruntun dan level tertinggi sejak awal April, meski UEA secara mengejutkan keluar dari OPEC. Tekanan pasokan tetap tinggi karena penutupan Selat Hormuz masih menjadi hambatan logistik utama, sementara pasar menanti respons Presiden AS Donald Trump atas proposal terbaru.

    UST 10Y naik ke level tertinggi sebulan jelang rapat bank sentral utama. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik ke 4,35% seiring ketidakpastian geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak yang kembali memicu kekhawatiran inflasi, sementara pasar menanti dimulainya rapat dua hari FOMC yang diperkirakan mempertahankan suku bunga hingga akhir tahun. Pada saat yang sama, ECB dan BoE juga bersiap mengumumkan kebijakan dengan pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga paling cepat Juni.

     

    Europe

    Ekspektasi inflasi konsumen Zona Euro melonjak ke level tertinggi sejak 2023. Survei ECB menunjukkan median ekspektasi inflasi 12 bulan ke depan naik tajam ke 4,0% pada Maret 2026 dari 2,5% di Februari, menjadi level tertinggi sejak Oktober 2023 dan disertai kenaikan ekspektasi jangka menengah 3 tahun ke 3,0% serta 5 tahun ke 2,4%. Ketidakpastian ekspektasi inflasi jangka pendek juga meningkat, dengan kelompok berpendapatan rendah mencatat ekspektasi sedikit lebih tinggi, sementara responden usia 18–34 tetap memperkirakan inflasi lebih rendah dibanding kelompok usia lebih tua.

    Yield obligasi Eropa melonjak di tengah lonjakan ekspektasi inflasi. Imbal hasil Bund Jerman 10 tahun naik mendekati 3,1%, tertinggi sejak 2011, setelah survei ECB menunjukkan ekspektasi inflasi 12 bulan melonjak ke 4%, sementara di Inggris gilt 10 tahun naik ke sekitar 5% seiring lonjakan harga energi akibat kebuntuan AS–Iran dan gangguan Selat Hormuz, memperkuat ekspektasi pengetatan BoE pada 2026 dan menjaga volatilitas pasar menjelang rilis data inflasi serta PDB Zona Euro.

    Asia

    BOJ tahan suku bunga, sinyal hawkish lewat revisi outlook. Bank of Japan menahan suku bunga 0,75% pada April 2026 lewat voting 6–3, meski tiga anggota mendorong kenaikan ke 1,0% di tengah risiko inflasi energi. BOJ menaikkan outlook inflasi inti FY2026 ke 2,8% karena lonjakan harga minyak, tetapi memangkas proyeksi pertumbuhan FY2026 ke 0,5%. Meski momentum melambat, ekonomi dipandang tetap tumbuh moderat berkat dukungan kebijakan dan laba korporasi, sementara proyeksi PDB FY2025 dinaikkan tipis ke 1,0%, menegaskan bias pengetatan bertahap masih terjaga.

    Yield obligasi di Asia bertahan tinggi di tengah risiko inflasi energi. JGB tenor 10 tahun bertahan di sekitar 2,47% setelah BOJ menahan suku bunga, sembari menaikkan proyeksi inflasi dan menurunkan outlook pertumbuhan FY2026 akibat dampak konflik Timur Tengah, dengan tiga anggota dewan mendukung kenaikan suku bunga yang menegaskan meningkatnya kekhawatiran inflasi. Di Australia, yield 10 tahun bergerak di sekitar 5% akibat pasokan energi yang masih terganggu dari Selat Hormuz, sementara pasar menanti rilis CPI Maret yang diperkirakan 4,7% YoY—jauh di atas target RBA—yang berpotensi menguatkan peluang kenaikan suku bunga 25 bps pada pertemuan Mei.