Terakhir diperbarui: 30-07-2026, 05:02
Americas
Keyakinan konsumen AS melemah pada Juli 2026. Indeks keyakinan konsumen The Conference Board turun menjadi 90,8 dari 92,2 pada bulan sebelumnya, terutama dipengaruhi memburuknya persepsi terhadap kondisi bisnis saat ini dan pasar tenaga kerja. Meskipun demikian, konsumsi rumah tangga masih relatif bertahan, didukung oleh penjualan ritel yang tumbuh dan minat konsumen terhadap belanja barang bernilai besar, restoran, serta perjalanan yang masih cukup kuat.
Harga minyak kembali naik. Harga minyak melonjak lebih dari 4% ke sekitar USD83 per barel setelah meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global, termasuk serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi dan berlanjutnya perselisihan terkait akses pelayaran di Selat Hormuz. Di sisi lain, harga emas bertahan di sekitar USD4.020 per ons karena investor masih mencermati perkembangan geopolitik dan menunggu hasil pertemuan The Fed, dengan pasar tetap memperkirakan suku bunga akan dipertahankan.
Yield UST turun seiring meredanya risiko geopolitik. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,59% setelah harga minyak melemah menyusul berlanjutnya jeda konflik antara AS dan Iran serta pembahasan mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Meredanya tekanan harga energi membantu mengurangi kekhawatiran inflasi jangka pendek dan meningkatkan minat terhadap obligasi pemerintah AS. Sementara itu, pasar masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini, meskipun ekspektasi kenaikan suku bunga pada September tetap tinggi.
Europe
Euro melemah menjelang data inflasi dan prospek pengetatan ECB lebih lanjut. Euro turun ke bawah USD1,14 dan menyentuh level terendah dalam sekitar satu bulan karena pasar masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah dan ekspektasi bahwa The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Di sisi lain, meskipun pasar sedikit mengurangi ekspektasi pengetatan ECB setelah harga energi mereda, beberapa pejabat ECB masih mengindikasikan perlunya kenaikan suku bunga tambahan untuk mengendalikan inflasi.
Yield obligasi Eropa turun seiring meredanya kekhawatiran inflasi energi. Yield gilt Inggris tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,95%, sementara Bund Jerman tenor 10 tahun melemah ke kisaran 3,1% setelah harga minyak terkoreksi menyusul jeda konflik AS–Iran dan meningkatnya harapan penyelesaian diplomatik. Di Inggris, perlambatan inflasi ke 2,6% pada Juni memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang. Pasar masih memperkirakan ECB memiliki ruang untuk melanjutkan pengetatan kebijakan meskipun harga energi mulai mereda, dengan ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan tetap bertahan dalam beberapa kuartal ke depan.
Asia
Jepang pangkas pajak makanan sementara. Pemerintah Jepang berencana menurunkan sementara pajak konsumsi untuk makanan dan minuman menjadi 1% selama dua tahun mulai April 2027 guna meringankan beban biaya hidup rumah tangga. Kebijakan tersebut masih memerlukan persetujuan parlemen, namun diharapkan dapat membantu menopang daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi yang masih berlangsung.
Yield obligasi Jepang dan Taiwan bergerak naik. Yield JGB tenor 10 tahun bertahan di sekitar 2,77% menjelang pertemuan Bank of Japan, dengan pasar tetap memperkirakan ruang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut guna mengendalikan inflasi dan meredam pelemahan yen. Sementara itu, yield obligasi pemerintah Taiwan tenor 10 tahun naik ke sekitar 1,88%, tertinggi sejak 2022, didorong oleh inflasi yang masih berada di atas target bank sentral, pengetatan likuiditas, serta ekspektasi bahwa kebijakan moneter akan tetap cenderung ketat jika tekanan harga berlanjut.
