bonds

Fixed Income Daily Notes 29 Sep 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

29 September 2026 - 07.47am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 29 Sep 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 30-09-2026, 10:34

Americas

Aktivitas manufaktur Texas masih ekspansif, meski mulai melambat. Indeks aktivitas manufaktur Dallas Fed turun tipis menjadi 9,8 pada September 2026 dari 11,6 pada Agustus, mencerminkan perlambatan moderat pada sektor manufaktur. Meski demikian, kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja masih menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang menguat. Di sisi lain, tekanan inflasi kembali meningkat, sehingga mendukung pandangan bahwa tekanan harga di AS masih belum sepenuhnya mereda.

Harga minyak kembali naik di tengah ketidakpastian geopolitik. Harga minyak Brent naik mendekati USD 106 per barel setelah Iran menegaskan tidak akan melonggarkan persyaratan pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara Presiden Trump menolak proposal terbaru dari Teheran meski membuka peluang kelanjutan negosiasi. Di sisi lain, harga emas terkoreksi di sekitar USD 4.100/oz, tertekan oleh penguatan dolar AS, kenaikan yield UST, dan meningkatnya ekspektasi pengetatan lanjutan oleh The Fed.

Yield UST terus mencetak level tertinggi sejak 2007. Yield UST tenor 10 tahun naik di atas 5,2% seiring tingginya harga minyak dan minimnya kemajuan negosiasi AS-Iran yang kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut mendorong pasar semakin memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed, dengan probabilitas kenaikan 25 bps pada Oktober mencapai sekitar 65%. Selain faktor inflasi, kuatnya data ekonomi AS, memburuknya kondisi fiskal, dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan pemerintah turut memberikan tekanan pada pasar obligasi AS.

Europe

Inflasi harga ritel Inggris mulai mereda, namun risiko inflasi masih tinggi. Inflasi harga toko di Inggris melambat menjadi 1,4% YoY pada September 2026 dari 1,5% pada Agustus, didorong oleh perlambatan inflasi pangan dan diskon yang lebih agresif pada barang non-pangan. Meski demikian, pelaku ritel menilai tekanan biaya dari energi, tenaga kerja, dan pajak masih cukup besar, sementara inflasi konsumen Inggris diperkirakan dapat melampaui 4% pada awal 2027 akibat tingginya harga energi.

Yield obligasi Eropa bertahan di level tertinggi multi-tahun. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun naik di atas 3,6%, level tertinggi sejak 2009, sementara yield Gilt Inggris bertahan di sekitar 5,4%, tertinggi dalam hampir dua dekade. Kenaikan tersebut didorong oleh harga minyak yang masih berada di atas USD 100 per barel, memicu kekhawatiran inflasi energi dan memperkuat ekspektasi pengetatan lanjutan oleh ECB maupun BoE. Selain itu, meningkatnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal negara-negara berutang tinggi seperti Prancis dan Italia turut menambah tekanan pada pasar obligasi Eropa.

Asia

BoJ semakin membuka ruang kenaikan suku bunga lanjutan. Risalah rapat BoJ menunjukkan para pembuat kebijakan menilai suku bunga masih berada di bawah level netral dan mendukung normalisasi kebijakan secara bertahap untuk mengantisipasi risiko inflasi yang meningkat. Beberapa anggota bahkan menilai laju kenaikan suku bunga dapat berlangsung lebih cepat apabila tekanan inflasi, termasuk dari harga energi dan pelemahan yen, terus berlanjut. Sejalan dengan itu, yen kembali melemah mendekati JPY 158 per USD akibat kuatnya dolar AS dan tingginya yield UST.

Yield Jepang tetap tinggi, sementara yield China bertahan rendah. Yield JGB tenor 10 tahun naik mendekati 3,1%, level tertinggi sejak 1996, didorong ekspektasi pengetatan lanjutan oleh BoJ di tengah tingginya risiko inflasi akibat harga energi. Sebaliknya, yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun bertahan di sekitar 1,67% meskipun hubungan AS-China menunjukkan perbaikan pasca pertemuan Trump-Xi, mencerminkan ekspektasi bahwa kebijakan moneter China akan tetap akomodatif untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang masih melambat.