Terakhir diperbarui: 07-02-2026, 07:54
Americas
Pembukaan lapangan kerja AS melemah, tetapi sektor jasa tetap ekspansif. Perusahaan swasta AS hanya menambah 22 ribu pekerjaan pada Januari, jauh di bawah ekspektasi, dengan tenaga kerja hilang di sektor jasa profesional dan manufaktur, sementara kesehatan menjadi penopang utama. Tren sejak 2023 menunjukkan perlambatan rekrutmen meski pertumbuhan upah stabil. Di sisi lain, ISM Services PMI bertahan di 53,8, mengindikasikan ekspansi solid meski pesanan baru, tenaga kerja, dan inventori melemah, sementara tekanan harga meningkat. ISM mencatat sentimen pelaku usaha mulai dipengaruhi ketidakpastian tarif dan tensi geopolitik, bahkan ketika sebagian komoditas energi seperti bensin dan diesel masih melemah.
UST naik tipis sementara dolar bertahan seiring abu-abunya kebijakan The Fed. Yield UST 10 tahun menguat ringan ke sekitar 4,28% setelah panduan penerbitan utang AS tetap menitikberatkan pada tenor pendek, sementara nominasi Kevin Warsh yang lebih hawkish turut menekan obligasi jangka panjang. Data ISM yang solid berlawanan dengan pelemahan pasar tenaga kerja versi ADP, membuat arah kebijakan The Fed tetap tidak pasti. Di pasar valas, dolar stabil di sekitar 97,5 didukung ekspektasi pelonggaran ECB akibat inflasi Zona Euro yang melemah, sementara yen terus tertekan oleh risiko stimulus fiskal Jepang dan kecilnya peluang BOJ melakukan intervensi.
Europe
Inflasi Zona Euro melandai ke 1,7% di Januari, terendah sejak 2024. Inflasi tahunan Zona Euro turun ke 1,7% pada Januari 2026 dari 2,0% di Desember, sejalan ekspektasi dan menjadi level terendah sejak September 2024. Penurunan ini terjadi di tengah penguatan euro ke atas USD 1,20 pada akhir bulan. Inflasi jasa melambat ke 3,2%, sementara harga energi turun lebih dalam sebesar 4,1%. Sebaliknya, inflasi bahan makanan segar naik ke 4,4% dan barang industri non-energi naik tipis 0,4%. Inflasi inti melemah ke 2,2%, terendah sejak 2021. Secara negara, HICP turun di Prancis, Spanyol, dan Italia, tetapi sedikit naik di Jerman.
Yield obligasi Eropa turun setelah inflasi Zona Euro melemah. Yield BTP Italia 10 tahun turun di bawah 3,5% setelah inflasi Zona Euro melandai ke 1,7% dan inflasi inti jatuh ke 2,2% (terendah sejak 2021) memicu spekulasi bahwa penguatan euro bisa membuka peluang lanjutan pemangkasan suku bunga ECB. Yield OAT Prancis ikut turun ke sekitar 3,44%, sementara Bund Jerman melemah ke 2,87% di tengah ekspektasi ECB kembali menahan suku bunga untuk pertemuan kelima berturut‑turut. Meski demikian, Bund tetap dekat puncak tahun lalu akibat kebutuhan penerbitan utang Jerman yang besar.
Asia
WTI menguat ke USD 65 di tengah tensi AS–Iran dan penurunan stok minyak AS. Harga WTI naik menuju USD 65 per barel setelah tensi geopolitik AS–Iran kembali meningkat menyusul gagalnya rencana pembicaraan nuklir dan insiden pencegatan drone Iran oleh kapal induk AS, memicu kenaikan risk premium. Risiko gangguan pasokan juga meningkat jika AS memperketat sanksi atau Iran mengganggu lalu lintas tanker di Selat Hormuz. Dari sisi fundamental, EIA melaporkan stok minyak AS turun 3,5 juta barel (lebih kecil dari estimasi API namun tetap mendukung harga) sementara pasokan global terlihat longgar.
Yield JGB stabil jelang pemilu kilat, yen kembali tertekan. Yield JGB 10 tahun bertahan di sekitar 2,25% dalam dua pekan terakhir di tengah kehati‑hatian investor menjelang pemilu kilat akhir pekan ini, dengan LDP pimpinan PM Takaichi diperkirakan menambah kursi sambil mendorong belanja besar, pemotongan pajak, dan strategi keamanan baru. Kinerja obligasi Jepang melemah setelah usulan kebijakan fiskal ekspansif meningkatkan kekhawatiran pendanaan utang, tercermin dari lelang JGB 10 tahun terbaru yang mencatat permintaan lebih lemah. Yen juga tertekan, melemah melampaui 156 per dolar dan menghapus sebagian besar reli akhir Januari yang sempat muncul karena spekulasi intervensi AS–Jepang, dengan pasar tetap waspada terhadap rencana kebijakan Takaichi yang dinilai dapat memperburuk posisi fiskal Jepang.
