bonds

Fixed Income Daily Notes 6 Nov 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

06 November 2026 - 07.45am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 6 Nov 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 07-11-2026, 01:49

Americas

Klaim pengangguran AS kembali turun, produktivitas melonjak di 3Q26. Jumlah klaim awal tunjangan pengangguran AS turun 6 ribu menjadi 189 ribu pada pekan yang berakhir 31 Okt-26, di bawah perkiraan pasar sebesar 196 ribu dan menyamai level terendah dalam beberapa dekade. Pada saat yang sama, produktivitas tenaga kerja tumbuh 3,6% pada 3Q26, melampaui konsensus 3,0%, sementara angka 2Q26 direvisi naik menjadi 2,1%. Kedua data ini menegaskan pasar tenaga kerja AS yang masih ketat menjelang rilis nonfarm payrolls Okt-26 pada Jumat.

Harga minyak turun di tengah harapan de-eskalasi konflik Timur Tengah. Harga minyak Brent bertahan di sekitar USD99 per barel dan berada di jalur penurunan mingguan sekitar 13% setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS meningkatkan ekspektasi bahwa konflik AS-Iran dapat mereda lebih cepat. Sentimen juga didukung oleh berlanjutnya proses negosiasi terkait program nuklir Iran serta pulihnya ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia ke level mendekati sebelum konflik.

Yield UST melandai pascakemenangan Demokrat di pemilu sela. Yield Treasury AS tenor 10 tahun ditutup turun 5,8 bps ke 4,894%, berbalik dari kenaikan sesi sebelumnya setelah Partai Demokrat meraih kemenangan telak dalam pemilu sela AS. Hasil tersebut meredakan kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah sehingga harga minyak sempat jatuh ke level terendah dua bulan. Investor kini menahan posisi menjelang data tenaga kerja Okt-26 yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed pada Desember.

Europe

BoE naikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Bank of England (BoE) menaikkan Bank Rate sebesar 25 bps menjadi 4,00% pada Kamis (5/11), langkah pengetatan pertama sejak 2023. Keputusan diambil dengan komposisi suara 8-1, di mana Catherine Mann memilih kenaikan yang lebih agresif sebesar 50 bps. BoE menyebut kenaikan ini bertujuan meredam second-round effects dari tingginya harga energi, serta membuka peluang pengetatan lanjutan apabila konflik di Timur Tengah tidak segera mereda. Meski demikian, Gubernur Andrew Bailey menegaskan bahwa kenaikan ini tidak boleh dipandang sebagai awal dari rangkaian kenaikan yang pasti berlanjut.

Yield obligasi Eropa turun di tengah ekspektasi kebijakan moneter yang lebih moderat. Yield Bund Jerman dan gilt Inggris kembali melemah setelah kemenangan Demokrat dalam pemilu sela AS mendorong penurunan yield UST dan meredakan kekhawatiran terhadap ekspansi fiskal AS. Namun, penurunan yield Jerman relatif terbatas karena inflasi Zona Euro kembali meningkat ke 4,0%, memperkuat ekspektasi bahwa ECB masih dapat melanjutkan pengetatan kebijakan jika tekanan harga bertahan.

Asia

Pertumbuhan upah Jepang menguat, mendukung peluang normalisasi kebijakan BoJ. Rata-rata pendapatan tunai di Jepang naik 4,6% YoY pada Sep-26, tertinggi sejak 1997 dan melampaui ekspektasi pasar, didorong oleh kenaikan gaji pokok serta lonjakan pembayaran khusus. Upah riil juga meningkat 2,2% dan mencatat kenaikan selama sembilan bulan berturut-turut, menunjukkan daya beli rumah tangga yang semakin membaik. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi domestik semakin berkelanjutan dan dapat memberikan ruang bagi BoJ untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneter.

Yield obligasi Jepang dan Australia turun seiring meredanya kekhawatiran inflasi. Yield obligasi pemerintah Jepang turun ke level terendah sejak akhir Juli setelah pelemahan harga minyak dan meningkatnya minat investor terhadap obligasi di tengah membaiknya sentimen global. Sementara itu, yield obligasi Australia turun ke kisaran 5,0% setelah RBA memberikan sinyal yang lebih moderat dari ekspektasi pasar, meningkatkan kemungkinan jeda kenaikan suku bunga pada Desember. Di sisi lain, meredanya risiko konflik AS-Iran dan turunnya harga energi turut mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global.