bonds

Fixed Income Daily Notes 8 Sep 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

08 September 2026 - 07.44am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 8 Sep 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 09-09-2026, 19:49

Americas

Pertumbuhan ekonomi AS melambat meski konsumsi tetap kuat. Ekonomi AS tumbuh 1,5% (annualized) pada kuartal II-2026, lebih rendah dari 2,1% pada kuartal sebelumnya dan di bawah ekspektasi pasar. Perlambatan terutama dipicu melemahnya investasi bisnis, kontribusi negatif perdagangan internasional, serta penurunan persediaan dan belanja pemerintah. Di sisi lain, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan dengan kenaikan 3,2%, menunjukkan permintaan domestik masih cukup solid meski momentum ekonomi secara keseluruhan mulai melambat.

Harga minyak reli di tengah eskalasi konflik AS-Iran. Harga minyak Brent bertahan di atas USD 96 per barel setelah melonjak lebih dari 9% dalam sepekan terakhir, didorong meningkatnya risiko gangguan pasokan energi akibat eskalasi konflik antara AS dan Iran. Serangan terhadap tanker minyak serta ancaman pembatasan area pelayaran di sekitar Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran distribusi energi global. Kondisi ini berpotensi menjaga tekanan inflasi global tetap tinggi dan menjadi faktor yang terus dicermati oleh pasar obligasi maupun bank sentral dunia.

UST yields were unchanged as US markets were closed for Labor Day.

Europe

Pertumbuhan ekonomi Eurozone direvisi lebih tinggi. PDB Eurozone tumbuh 0,6% QoQ pada kuartal II-2026, lebih kuat dari estimasi awal 0,4% dan menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak kuartal II-2022. Kinerja tersebut terutama didorong oleh perbaikan ekspor dan revisi naik pertumbuhan di beberapa negara utama, termasuk Jerman dan Irlandia. Meski menunjukkan ketahanan ekonomi yang lebih baik dari perkiraan, pasar tetap mencermati risiko perlambatan konsumsi dan dampak kebijakan moneter yang lebih ketat di kawasan tersebut.

Yield obligasi Eropa tetap tinggi jelang pertemuan ECB. Yield Bund Jerman dan Gilt Inggris bertahan dekat level tertinggi dalam bertahun-tahun seiring pasar masih mencermati risiko inflasi akibat kenaikan harga energi dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Ekspektasi kenaikan suku bunga ECB pada pertemuan pekan ini tetap kuat, sementara pasar juga memperkirakan masih ada ruang untuk pengetatan lanjutan hingga akhir tahun. Di Inggris, data pasar tenaga kerja yang masih cukup solid turut memperkuat pandangan bahwa Bank of England kemungkinan akan mempertahankan sikap hawkish lebih lama.

Asia

Pertumbuhan dan upah Jepang tetap kuat. PDB Jepang tumbuh 0,4% QoQ pada kuartal II-2026, sedikit lebih tinggi dari estimasi awal, sementara pertumbuhan upah mencapai 4,7% YoY pada Juli, tertinggi sejak 1997. Kenaikan upah riil yang berlanjut dan ekspansi ekonomi yang tetap positif memperkuat keyakinan pasar bahwa Bank of Japan memiliki ruang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneter. Di Korea Selatan, ekonomi juga tumbuh solid sebesar 0,6% QoQ pada kuartal II, didorong oleh kuatnya ekspor produk teknologi.

Yen menguat didukung ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ. Yen Jepang bertahan di sekitar JPY 154 per USD setelah mencatat penguatan lebih dari 3% dalam sepekan, didorong meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan pada September dan kemungkinan pengetatan lanjutan awal tahun depan. Di sisi lain, cadangan devisa Jepang turun tajam sebesar USD 79,6 miliar pada Agustus akibat intervensi valas berskala besar untuk menahan pelemahan yen.

Yield Asia bertahan tinggi di tengah ekspektasi pengetatan moneter. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun bertahan di sekitar 2,9% seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ pada September dan kemungkinan pengetatan lanjutan pada awal 2027. Di Australia, yield obligasi tenor 10 tahun tetap berada di atas 5,2%, didukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan dan meningkatnya peluang kenaikan suku bunga RBA. Kenaikan harga minyak dan risiko inflasi global yang masih tinggi turut menjaga tekanan pada pasar obligasi kawasan.