AHY TEGASKAN INFRASTRUKTUR BERKELANJUTAN JADI PARADIGMA PEMBANGUNAN
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
29 July 2026
20959136
IQPlus, (29/7) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan infrastruktur harus menjadi instrumen utama dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut AHY, keberlanjutan (sustainability) harus menjadi paradigma utama pembangunan nasional, bukan lagi sekadar isu pelengkap dalam setiap perumusan kebijakan.
"Kita harus menghadirkan sebuah kebijakan dan strategi membangun daya tahan sebagai sebuah bangsa tapi juga daya saing. Dan ini harus mendasar pada tiga pilar," ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Pilar pertama, katanya pula, tentunya adalah kemajuan dan pertumbuhan ekonomi. Yang kedua adalah kesejahteraan bagi masyarakat. Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan lingkungan hidup.
Dia mengatakan dinamika global yang ditandai dengan ketidakpastian geopolitik, konflik, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi menuntut Indonesia membangun daya tahan sekaligus meningkatkan daya saing melalui kebijakan pembangunan yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
Dalam kapasitasnya sebagai Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, AHY menjelaskan pembangunan infrastruktur diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air.
Kemudian meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat konektivitas nasional, mendukung ketahanan lingkungan, serta mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat dan kemampuannya menjawab tantangan perubahan iklim.
"Lingkungan hidup adalah isu yang sangat penting, sangat strategis dan global. Tapi tentu membutuhkan dukungan infrastruktur. Infrastruktur tidak hanya seberapa banyak kita membangun tapi seberapa baik manfaatnya, dampaknya, termasuk seberapa kuat daya tahan terhadap berbagai potensi bencana alam," kata AHY.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan pembangunan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh unsur pentahelix, yakni pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
"Kita membutuhkan sebuah pilar, bukan hanya pilar demokrasi yang kokoh, melainkan juga untuk menghadirkan edukasi dan membangun awareness masyarakat luas tentang sustainability, tentang isu bumi dan lingkungan kita," katanya pula. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
