BCA Sekuritas
langid
Berita Harian

TPIA BUKUKAN PENDAPATAN SEBESAR USD 5,3 MILIAR DI SEMESTER I 2026

Terbit Pada

29 July 2026

Saham Terkait

Terakhir diperbarui: 29-07-2026, 04:30:pm

20958841

IQPlus, (29/7) - PT Chandra Asri Pacific Tbk ("Chandra Asri Group" atau "Group") membukukan Pendapatan sebesar USD 5,3 miliar, EBITDA sebesar USD 802,6 juta, dan Laba Bersih sebesar USD 371,2 juta pada semester pertama 2026.

Kinerja ini didukung oleh ketahanan platform terintegrasi Group di sektor Energi, Kimia, dan Infrastruktur, eksekusi operasional yang disiplin, serta keberhasilan integrasi aset-aset strategis. Chandra Asri Group juga memperkuat struktur permodalannya melalui peningkatan kepemilikan saham free float menjadi 25,7% dan penyelesaian penerbitan tahap akhir Obligasi Berkelanjutan V senilai Rp 6 triliun dengan oversubscription, guna meningkatkan fleksibilitas keuangan, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memperluas akses investor.

Kinerja ini menegaskan kemampuan berkelanjutan Chandra Asri Group dalam mengeksekusi strategi pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.

Pada segmen Energi, Group melanjutkan integrasi pasca akuisisi melalui keberhasilan transisi jaringan SPBU Esso bersama fasilitas Cold Storage, yang menjadi fondasi kuat platform mobility sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dan ketahanan rantai pasok di seluruh rantai nilai hilir. Lebih lanjut, fasilitas CSU dan SBM di Pulau Bukom terus menunjukkan kemajuan menuju tahap operasional sebagai bagian dari upaya revitalisasi dan integrasi yang lebih luas pasca-akuisisi Aster. Inisiatif ini diperkirakan akan memberikan tambahan EBITDA sekitar USD 20 juta per bulan mulai kuartal IV 2026, semakin memperkuat profil laba Group.

Pada segmen Kimia, Group terus memperkuat platform regional melalui investasi strategis yang meningkatkan integrasi dan kapabilitas hilir. Pembangunan pabrik Chlor Alkali Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai progres 72% dan tetap berjalan sesuai rencana untuk mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2027.

Group juga telah mencapai Final Investment Decision (FID) untuk proyek ekspansi ekspor C2 senilai USD 80 juta, yang akan meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat fleksibilitas rantai pasok, serta memperkuat integrasi antara operasi Aster di Singapura dengan platform kimia hilir Group di Indonesia.

Pada segmen Infrastruktur, CDI terus menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan jangka panjang Group.

Pada periode ini, CDI memperluas kapabilitas kepelabuhanan & penyimpanan serta logistik melalui kolaborasi strategis dengan SCG Barito Logistics (SBL) dan Krakatau Bandar Samudera (KBS) untuk mengeksplorasi pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, penyimpanan dry container, serta layanan lift-on/lift-off (LOLO) di Krakatau International Port. Selain itu, progres pembangunan fasilitas tangki bitumen CDI telah mencapai 75%, sementara kapal Novah dari Jepang telah menyelesaikan pelayaran Perdana (maiden voyage) dan berhasil melakukan sandar perdana,(maiden berthing) yang semakin memperkuat jaringan logistik dan kapabilitas maritim Group. Group juga memperkuat platform infrastruktur regional melalui pembentukan joint venture Aster Power Sembcorp CDI, sementara Aster Ports & Terminals resmi memulai operasional pada 1 Juli 2026 sebagai platform pelabuhan terintegrasi yang melayani kebutuhan operasional internal maupun pelanggan pihak ketiga.

Secara keseluruhan, Chandra Asri Group terus memperkuat platform terintegrasinya melalui eksekusi yang disiplin, investasi strategis, dan pengembangan proyek-proyek utama di sektor Energi, Kimia, dan Infrastruktur. Dengan fondasi tersebut, Chandra Asri Group berada pada posisi yang semakin kuat untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan serta mendukung pengembangan industri di Asia Tenggara. (end)