HARGA EMAS NAIK KE LEVEL TERTINGGI LEBIH DARI TIGA BULAN
Share via
Kategori
Komoditi
Terbit Pada
24 August 2026
23539068
IQPlus, (24/8) - Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan setelah intervensi berani Departemen Keuangan AS di pasar obligasi memicu kembali kekhawatiran akan pelemahan dolar AS dan mendorong investor beralih ke aset alternatif.
Harga emas batangan naik hingga 0,8 persen ke atas level US$4.640 per ons, yang merupakan level intraday tertinggi sejak pertengahan Mei.
Logam mulia ini mencatatkan kenaikan mingguan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut pada pekan lalu, dengan lonjakan lebih dari 5 persen setelah Departemen Keuangan mengumumkan peningkatan tak terduga dalam pembelian kembali (buyback) utang pemerintah berjangka panjang, yang menyebabkan penurunan imbal hasil (yield) dan nilai tukar dolar AS.
Upaya pengendalian biaya pinjaman melalui intervensi langsung tersebut memicu kekhawatiran bahwa kebijakan AS dapat mengikis kepercayaan terhadap dolar AS dan membuat investasi lain menjadi lebih menarik sebuah fenomena yang mengingatkan kembali pada narasi penurunan nilai mata uang (debasement) yang sebelumnya mendorong lonjakan harga emas sebesar 65 persen pada tahun 2025.
Pelemahan nilai tukar dolar AS memberikan sentimen positif bagi komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut.
"Saya melihat adanya potensi bagi aliran dana makro untuk beralih secara signifikan ke logam mulia, didorong oleh narasi penurunan nilai mata uang ini," ujar Justin Lin, seorang analis dari Global X ETFs.
Bahkan setelah pengumuman tak terduga pada hari Rabu, Menteri Keuangan Scott Bessent melangkah lebih jauh dengan menyatakan kesiapannya untuk memperluas pembelian kembali utang yang berbiaya lebih tinggi.
Ia juga mengisyaratkan bahwa pemerintah akan segera meluncurkan inisiatif fiskal untuk mengatasi biaya pinjaman yang berada di tingkat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis emas yang dipantau oleh Bloomberg mencatat penambahan lebih dari 28 ton pada pekan lalu jumlah terbesar sejak Januari, saat lonjakan harga yang sangat tajam membawa emas mencapai rekor tepat di bawah US$5.600 per ons.
Harga emas naik 0,8 persen menjadi US$4.639,64 per ons pada pukul 10.08 pagi di Singapura setelah naik 1,9 persen pada hari Jumat.
Harga perak tetap stabil di US$69,01 per ons. Indeks Spot Dolar Bloomberg, indikator nilai dolar, datar setelah jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan pada sesi sebelumnya. (end/Bloomberg)
Riset Terkait
Berita Terkait
