KEMENKRAF JAJAKI KOLABORASI UNTUK PERBANYAK LAYAR BIOSKOP
Share via
Kategori
Ekonomi Bisnis
Terbit Pada
04 February 2026
03434980
IQPlus, (4/2) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki peluang kolaborasi dengan Kota Cinema Mall untuk memperbanyak layar bioskop di wilayah kabupaten/kota.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya membahas kolaborasi untuk meningkatkan jangkauan bioskop saat menerima audiensi perwakilan Kota Cinema Mall (KCM) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta pada Selasa (3/2).
"Kolaborasi ini menjadi upaya konkret dalam memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir," kata Riefky sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian yang diterima pada Rabu.
Dalam pertemuan dengan Menteri Ekonomi Kreatif, perwakilan KCM menawarkan penerapan konsep bioskop berdiri sendiri dengan fasilitas pemutaran film, area konsesi makanan, panggung serbaguna, serta area luar ruang dan taman bermain di dalam satu kawasan.
Model usaha yang demikian dinilai bisa menjawab keterbatasan layar bioskop di luar kota besar sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi ekosistem ekonomi kreatif.
Riefky menilai visi KCM sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi mulai dari daerah.
"Presiden kita memberikan perhatian khusus bagi industri film kita. Beliau ingin akses layar merata agar masyarakat dapat menikmati film-film dengan mudah dan nyaman," katanya.
Direktur Kota Cinema Mall Edy Nugroho menyampaikan bahwa KCM menerapkan pendekatan usaha yang berbeda dengan jaringan bioskop yang lain.
KCM mengembangkan bioskop yang berdiri di lokasi tersendiri serta menggandeng komunitas dalam mengembangkan program dan aktivitas.
"Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan ruang publik kreatif yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menonton, tetapi juga menjadi simpul interaksi komunitas, pertunjukan, dan aktivitas kreatif lokal di daerah," katanya.
KCM saat ini sudah ada di tujuh lokasi, termasuk Bekasi, Pamekasan, Tabalong, Gresik, dan Jember. (end/ant)
Riset Terkait
Berita Terkait
