Terakhir diperbarui: 14-10-2026, 05:53
Americas
Sentimen konsumen AS kembali melemah. Indeks keyakinan konsumen University of Michigan turun ke 46,3 pada awal Oktober 2026, level terendah sejak Mei dan di bawah ekspektasi pasar, seiring memburuknya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan tingginya biaya hidup. Ekspektasi inflasi satu tahun ke depan naik menjadi 4,7%, sementara ekspektasi inflasi jangka panjang meningkat menjadi 3,5%, menunjukkan kekhawatiran inflasi masih bertahan di kalangan konsumen AS.
Harga minyak bertahan di atas USD 106 per barel di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan. Harga Brent menguat untuk hari ketiga berturut-turut setelah ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat, termasuk tekanan terhadap AS untuk mendukung Arab Saudi menghadapi kelompok Houthi yang didukung Iran setelah serangkaian serangan rudal dan drone. Di saat yang sama, konflik Rusia-Ukraina juga terus membebani sentimen pasar energi, sementara ketidakpastian pasokan global tetap tinggi seiring berlanjutnya serangan terhadap infrastruktur energi dan jalur distribusi utama.
Yield UST tetap bertahan di level tinggi. Yield UST tenor 10 tahun berada di sekitar 5,26% setelah sempat mengalami volatilitas menyusul pergerakan harga minyak dan perkembangan konflik di Timur Tengah. Pasar masih memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada Oktober dengan probabilitas sekitar 81%, sementara peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada Desember berada di kisaran 69%.
Europe
Penjualan ritel Inggris menunjukkan pertumbuhan yang moderat. Penjualan ritel Inggris naik 1,0% YoY pada September 2026, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 0,7%, didorong oleh pertumbuhan penjualan makanan sebesar 2,5% serta kuatnya permintaan produk kesehatan dan kecantikan. Di sisi lain, pertumbuhan belanja konsumen melambat menjadi 2,0% YoY, sementara tingginya harga bahan bakar dan kekhawatiran terhadap dampak anggaran pemerintah masih menjadi faktor yang membebani sentimen rumah tangga.
Yield obligasi Prancis tetap tertekan di tengah kekhawatiran fiskal. Yield OAT Prancis tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,86%, tidak jauh dari level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, seiring kekhawatiran pasar terhadap tingginya utang pemerintah dan ketidakpastian implementasi rencana pengurangan defisit menuju 5% PDB pada 2027. Sementara itu, yield Bund Jerman turun ke sekitar 3,46% didukung permintaan aset aman dan meredanya tekanan harga minyak, meskipun pasar masih mencermati prospek kebijakan ECB serta perkembangan fiskal dan politik di kawasan Eropa.
Asia
Inflasi produsen Jepang melambat, sementara penjualan kendaraan China masih tertekan. Inflasi produsen (PPI) Jepang melambat menjadi 6,8% YoY pada September 2026 dari 7,5% pada Agustus, dengan harga produsen secara bulanan kembali turun 0,3% sehingga mengindikasikan tekanan biaya di tingkat hulu mulai mereda. Sementara itu, penjualan kendaraan di China turun 8,4% YoY pada September menjadi 2,96 juta unit, meskipun penjualan kendaraan energi baru (NEV) tetap tumbuh 13,6% YoY dan kini mencakup 61,6% dari total penjualan kendaraan.
Yield Jepang dan Australia turun dari level tertinggi multi-tahun. Yield JGB tenor 10 tahun turun mendekati 3,0%, level terendah dalam dua minggu, mengikuti penurunan yield UST serta meningkatnya permintaan terhadap obligasi pemerintah setelah lelang UST tenor 30 tahun yang solid. Di sisi lain, yield obligasi Australia tenor 10 tahun turun ke bawah 5,4% setelah pelemahan yield global dan turunnya harga minyak meredakan kekhawatiran inflasi, sementara pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga RBA menyusul meningkatnya tingkat pengangguran pada Agustus.
