bonds

Fixed Income Daily Notes 14 Oct 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

14 October 2026 - 07.53am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 14 Oct 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 15-10-2026, 06:51

Americas

IMF naikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk 2026. IMF dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2026 merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1% pada 2026 dan memperkirakan pertumbuhan meningkat menjadi 3,4% pada 2027, didukung ketahanan ekonomi negara maju dan investasi terkait AI yang terus meningkat. Pertumbuhan ekonomi AS diproyeksikan sebesar 2,3% pada 2026-2027, sementara China diperkirakan melambat ke 4,5% dan 4,0% akibat lemahnya permintaan domestik. IMF juga memperkirakan pertumbuhan India tetap kuat di 7,0%, sedangkan pertumbuhan Eurozone berada di 1,1% pada 2026 sebelum meningkat ke 1,2% pada 2027 di tengah tingginya biaya energi dan lemahnya kepercayaan konsumen.

Harga minyak naik akibat meningkatnya risiko pasokan. Harga minyak Brent kembali menguat setelah eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi di Timur Tengah. Serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco dan meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz mendorong kembali geopolitical risk premium di pasar energi.

Yield UST naik di tengah risiko inflasi. Imbal hasil Treasury AS bergerak lebih tinggi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi akibat harga energi yang kembali menguat dan prospek pasokan minyak global yang tetap ketat. Sentimen turut dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu arus distribusi energi melalui Laut Merah. Selain itu, prospek lonjakan penerbitan utang untuk pendanaan investasi AI memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya pasokan obligasi di pasar.

Europe

Inflasi Jerman dan Belanda meningkat akibat kenaikan harga energi. Inflasi Jerman naik menjadi 3,3% YoY pada September 2026 dari 2,9% pada Agustus, didorong oleh lonjakan harga energi terutama bahan bakar dan minyak pemanas, sementara inflasi inti bertahan di 2,4%. Di Belanda, inflasi juga meningkat menjadi 3,4% YoY dari 3,3%, terutama akibat kenaikan biaya transportasi dan energi, meskipun harga pangan masih mencatat penurunan.

Yield obligasi Eropa turun didorong permintaan safe haven. Yield obligasi pemerintah Eropa bergerak lebih rendah seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah pelemahan pasar saham global. Sentimen investor juga tertekan oleh meningkatnya keraguan terhadap prospek sektor AI di tengah valuasi yang tinggi dan kompetisi yang semakin ketat. Meski demikian, yield tetap bertahan dekat level tinggi karena tekanan inflasi energi dan kekhawatiran fiskal di sejumlah negara Eropa.

Asia

Yen menguat, sementara RBA tetap membuka ruang kenaikan suku bunga lanjutan. Yen menguat mendekati JPY 158 per USD setelah inflasi produsen Jepang melambat menjadi 6,8% YoY pada September, meski tekanan inflasi masih cukup tinggi untuk menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ dalam beberapa bulan mendatang. Sementara itu, risalah pertemuan RBA menunjukkan bank sentral masih melihat risiko inflasi yang persisten, didorong oleh kenaikan harga energi, tekanan biaya global, dan permintaan domestik yang tetap kuat, sehingga peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut masih terbuka.

Yield obligasi Asia turun seiring meredanya tekanan pasar obligasi. Yield obligasi pemerintah Jepang dan Australia bergerak lebih rendah mengikuti penurunan yield global setelah aksi jual di pasar obligasi mulai kehilangan momentum. Di Jepang, inflasi produsen yang lebih rendah dari ekspektasi membantu menopang sentimen, meski pasar masih mempertahankan ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ dalam beberapa bulan mendatang. Sementara itu, investor juga mencermati sikap hawkish RBA yang tetap mewaspadai risiko inflasi dari kenaikan biaya global, harga energi, dan meningkatnya tensi geopolitik.