Terakhir diperbarui: 19-04-2026, 19:36
Americas
Kepercayaan pengembang perumahan AS kembali melemah. Indeks NAHB/Wells Fargo turun ke level 34 pada April 2026, terendah sejak September 2025, dari 38 di Maret dan di bawah ekspektasi pasar. Pelemahan terjadi di seluruh komponen, mulai dari kondisi penjualan saat ini, ekspektasi penjualan enam bulan ke depan, hingga lalu lintas calon pembeli. Tekanan permintaan mendorong 36% pengembang memangkas harga dengan rata‑rata diskon 5%, sementara penggunaan insentif penjualan tetap tinggi di 60%, mencerminkan pasar perumahan yang masih tertekan oleh suku bunga tinggi dan sentimen konsumen yang melemah.
The Fed: konflik Timur Tengah tambah tekanan inflasi ketidakpastian bisnis. Federal Reserve menilai konflik Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian bagi perusahaan AS, mendorong sikap wait‑and‑see dalam perekrutan, harga, dan investasi. Meski aktivitas ekonomi masih tumbuh ringan‑moderat, lonjakan biaya energi dan bahan bakar meluas ke biaya transportasi dan input lain, menekan harga dan memicu inflasi Maret. Pasar tenaga kerja relatif stabil namun condong ke pekerja sementara, sementara pejabat The Fed mengisyaratkan suku bunga kemungkinan ditahan sambil memantau risiko inflasi yang meningkat.
Yield Treasury AS naik tipis, tetap dekat level terendah bulanan. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik tipis ke sekitar 4,27%, meski masih bertahan dekat level terendah satu bulan, seiring meredanya premi risiko geopolitik. Pasar semakin memangkas risiko sejak konflik memanas pada akhir Februari, dengan Presiden AS Donald Trump menyebut perang “hampir berakhir” dan pembicaraan lanjutan diperkirakan segera digelar. Sementara itu, The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga sepanjang tahun ini, meski pejabat bank sentral menilai potensi pemangkasan bisa tertunda hingga 2027 jika harga energi tetap tinggi.
Europe
Produksi industri Zona Euro pulih tipis pada Februari. Produksi industri Zona Euro naik 0,4% MoM pada Februari 2026, berbalik pulih setelah dua bulan kontraksi dan melampaui ekspektasi, ditopang kenaikan barang konsumsi non‑tahan lama, barang modal, dan barang antara. Namun, output energi turun dan barang konsumsi tahan lama masih melemah. Secara tahunan, aktivitas industri masih terkontraksi 0,6% YoY, meski lebih baik dari perkiraan.
Yield Eropa naik tipis di tengah inflasi energi dan ketidakpastian geopolitik. Imbal hasil Bund Jerman dan gilt Inggris menguat terbatas mendekati level tertinggi multi‑tahun, karena tekanan inflasi dari biaya energi masih menutup sentimen positif atas progres awal pembicaraan damai AS–Iran. Meski harga minyak turun di bawah USD100 dan euro menguat tipis, rencana penambahan pasukan AS serta Selat Hormuz yang belum pulih penuh menjaga kehati‑hatian pasar, membuat ekspektasi kebijakan lebih hawkish tetap terjaga dengan proyeksi setidaknya dua kenaikan suku bunga ECB dan BOE ke depan.
Asia
Calon Gubernur Bank of Korea prioritaskan stabilitas harga. Calon Gubernur Bank of Korea, Shin Hyun‑song, menegaskan fokus utama kebijakan ke depan adalah menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya risiko inflasi dan ketidakpastian pertumbuhan akibat konflik Timur Tengah. Dalam uji kelayakan, ia memperingatkan inflasi berpotensi naik seiring lonjakan harga minyak dan pelemahan won, lalu pertumbuhan ekonomi berisiko meleset dari proyeksi.
Yield China stabil, Jepang masih berhati‑hati. Imbal hasil obligasi China 10 tahun bertahan di kisaran terendah enam minggu seiring optimisme terbatas terhadap perbaikan pertumbuhan awal 2026. Di Jepang, yield 10 tahun relatif stabil dengan pasar menunggu sikap BOJ yang cenderung menahan suku bunga meski tekanan inflasi energi meningkat akibat konflik Timur Tengah.
