bonds

    Fixed Income Daily Notes 17 April 2026

    Perusahaan

    Fixed Income

    Terbit Pada

    17 April 2026 - 07.57am
    vector
    pdf icon

    PDF

    Fixed Income Daily Notes 17 April 2026

    Lihat

    Terakhir diperbarui: 19-04-2026, 17:54

    Americas

    Trump klaim Israel–Lebanon sepakat gencatan 10 hari. Presiden AS Donald Trump mengatakan Israel dan Lebanon menyetujui gencatan senjata selama 10 hari untuk menurunkan eskalasi kawasan dan menjaga peluang perpanjangan gencatan AS–Iran, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Israel maupun Hizbullah. Kesepakatan ini dinilai penting untuk membuka ruang negosiasi lanjutan terkait Lebanon, konflik AS–Iran, serta isu strategis seperti Selat Hormuz dan program nuklir Iran, meski implementasinya di lapangan masih penuh ketidakpastian.

    Aktivitas industri AS melemah, pasar tenaga kerja tetap solid. Produksi industri AS turun 0,5% MoM pada Maret 2026—penurunan terbesar sejak September 2024—didorong kontraksi di sektor manufaktur, pertambangan, dan utilitas, serta turunnya utilisasi kapasitas ke 75,7%, jauh di bawah rata‑rata jangka panjang. Di sisi lain, klaim pengangguran awal justru turun tajam ke 207 ribu, menandakan PHK masih terbatas meski klaim berkelanjutan naik tipis, sehingga perekonomian menunjukkan sinyal yang beraga.

    Yield Treasury AS stabil di tengah harapan solusi diplomatik. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,28% setelah volatilitas tinggi awal pekan, seiring meningkatnya optimisme tercapainya solusi diplomatik untuk mengakhiri konflik AS–Iran. Pernyataan Presiden AS Donald Trump dan Gedung Putih yang menyebut perang tujuh pekan “hampir berakhir” membantu meredakan kekhawatiran inflasi melalui penurunan harga energi dan memangkas ekspektasi pengetatan moneter lanjutan. Pasar kini memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga bulan ini dan kemungkinan sepanjang sisa tahun.

     

    Europe

    Inflasi Zona Euro naik ke 2,6% dipicu lonjakan harga energi. Inflasi tahunan Zona Euro direvisi naik menjadi 2,6% YoY pada Maret 2026, tertinggi sejak Juli 2024, didorong terutama oleh kenaikan tajam harga energi (+5,1%) akibat lonjakan harga minyak terkait konflik Iran. Jika dibandingkan Februari, CPI melonjak 1,3% MoM, paling tinggi sejak Oktober 2022.

    ECB akui ketidakpastian meningkat akibat konflik Timur Tengah. Risalah rapat ECB Maret menunjukkan para pembuat kebijakan menilai perang di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian secara signifikan, dengan risiko inflasi ke atas dan risiko pertumbuhan ke bawah. Meski proyeksi inflasi jangka pendek direvisi naik tajam, ECB tetap menilai inflasi akan kembali stabil di sekitar target 2% dalam jangka menengah. Dalam kondisi yang dapat berubah cepat, ECB menilai keputusan menahan suku bunga sekaligus menjaga fleksibilitas untuk pertemuan berikutnya adalah langkah yang tepat, dengan pendekatan meeting‑by‑meeting tanpa komitmen pada jalur suku bunga tertentu.

    Yield Eropa naik tipis di tengah inflasi energi dan ketidakpastian geopolitik. Imbal hasil Bund Jerman dan gilt Inggris menguat terbatas mendekati level tertinggi multi‑tahun, karena tekanan inflasi dari biaya energi masih menutup sentimen positif atas progres awal pembicaraan damai AS–Iran. Meski harga minyak turun di bawah USD100 dan euro menguat tipis, rencana penambahan pasukan AS serta Selat Hormuz yang belum pulih penuh menjaga kehati‑hatian pasar, membuat ekspektasi kebijakan lebih hawkish tetap terjaga dengan proyeksi setidaknya dua kenaikan suku bunga ECB dan BOE ke depan.

    Asia

    Yield Asia melemah terbatas, pasar fokus risiko energi dan kebijakan. Imbal hasil obligasi Jepang, China, dan Australia cenderung stabil hingga turun tipis seiring meredanya kekhawatiran inflasi global dari harapan perpanjangan gencatan senjata Timur Tengah, meski ketidakpastian kebijakan bank sentral tetap tinggi dengan BOJ dan RBA masih dipantau ketat pasar. Volatilitas diperkirakan bertahan karena jalur pasokan energi—khususnya Selat Hormuz—belum pulih penuh, sehingga setiap perkembangan geopolitik dapat cepat mengubah ekspektasi inflasi dan arah kebijakan moneter.