bonds

Fixed Income Daily Notes 18 Jun 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

18 June 2026 - 08.48am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 18 Jun 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 21-06-2026, 06:07

Americas

The Fed tahan suku bunga, namun outlook semakin hawkish di tengah inflasi tinggi. Keputusan mempertahankan Fed Funds Rate di 3,50%–3,75% menunjukkan pendekatan wait‑and‑see, meski proyeksi terbaru mengindikasikan tekanan inflasi yang lebih tinggi dan peluang kenaikan suku bunga lanjutan tahun ini. Revisi naik inflasi dan penurunan proyeksi pertumbuhan menegaskan kondisi “higher for longer”, dengan ekonomi masih solid namun dibayangi risiko inflasi yang persisten akibat faktor energi dan ketidakpastian global.

                                                   

Harga minyak naik tipis di tengah ketidakpastian geopolitik, meski outlook suplai lebih longgar. Kenaikan harga minyak ke atas USD 77 mencerminkan meningkatnya ketidakpastian terhadap stabilitas kesepakatan AS–Iran, yang kembali memunculkan risiko gangguan pasokan jangka pendek. Namun, prospek oversupply global—dengan pertumbuhan suplai jauh melampaui permintaan—menjadi faktor penahan kenaikan harga, sehingga outlook energi ke depan cenderung lebih seimbang meski volatilitas tetap tinggi.

Yield UST stabil, sinyal kebijakan The Fed tetap hawkish. Pergerakan yield di sekitar 4,46% mencerminkan respons pasar terhadap sinyal The Fed yang membuka ruang kenaikan suku bunga tahun ini, didukung revisi naik proyeksi inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja yang masih kuat. Penguatan dolar juga menegaskan bahwa sentimen tetap condong ke “higher for longer”, meski pasar sebelumnya sempat berharap tekanan inflasi mereda.

 

Europe

Inflasi Zona Euro tetap tinggi, tekanan harga semakin meluas. Inflasi yang bertahan di 3,2% YoY menunjukkan tekanan harga masih jauh di atas target ECB, didorong lonjakan energi serta peningkatan inflasi jasa yang mengindikasikan demand-side pressures mulai menguat. Kenaikan core inflation ke 2,6% juga menandakan tekanan inflasi semakin broad-based, sehingga mendukung stance kebijakan yang tetap hawkish meskipun momentum pertumbuhan ekonomi masih terbatas.

Yield Eropa turun, ekspektasi pengetatan semakin terbatas di tengah meredanya tekanan inflasi. Penurunan yield Bund Jerman ke sekitar 2,9% dan Gilt Inggris ke 4,75% mencerminkan ekspektasi pasar yang semakin dovish terhadap ECB dan Bank of England, didorong penurunan harga minyak dan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan. Meski demikian, risiko inflasi tetap ada, terutama dari second-round effects dan normalisasi pasokan energi yang masih bertahap, sehingga ruang kenaikan suku bunga ke depan kemungkinan tetap terbatas namun belum sepenuhnya hilang.

Asia

PBOC perkuat framework suku bunga dan internasionalisasi yuan. Inisiatif untuk menjadikan overnight rate sebagai acuan utama serta mempersempit interest rate corridor menunjukkan upaya meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter jangka pendek. Di sisi lain, pengembangan fasilitas likuiditas, termasuk untuk non-bank, dan dorongan penggunaan yuan secara internasional mencerminkan strategi yang lebih aktif dalam memperkuat stabilitas sistem keuangan sekaligus meningkatkan peran global yuan.

Yield Jepang turun, China melemah di tengah pergeseran kebijakan dan tekanan ekonomi. Penurunan yield Jepang ke sekitar 2,6% mencerminkan sikap pasar yang lebih hati‑hati meski data ekspor kuat dan BOJ telah menaikkan suku bunga, dengan kekhawatiran terhadap risiko pertumbuhan masih membayangi. Sementara itu, yield China turun ke sekitar 1,73% dipicu ekspektasi penyesuaian framework kebijakan moneter serta kondisi ekonomi domestik yang masih menghadapi tekanan, terutama dari sektor properti dan konsumsi, sehingga mendorong demand terhadap aset yang lebih defensif.