bonds

Fixed Income Daily Notes 19 Jun 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

19 June 2026 - 08.24am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 19 Jun 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 21-06-2026, 03:30

Americas

Jobless claims stabil, pasar tenaga kerja AS tetap solid meski mulai moderasi. Penurunan klaim pengangguran awal ke 226 ribu menunjukkan tekanan layoff mulai mereda setelah kenaikan sebelumnya, namun kenaikan continuing claims ke level tertinggi hampir tiga bulan mengindikasikan durasi pengangguran sedikit meningkat. Secara keseluruhan, kondisi ini mencerminkan pasar tenaga kerja yang masih kuat secara historis, namun mulai bergerak ke fase normalisasi dengan hiring dan firing yang lebih terbatas.

                                                   

Harga minyak turun tajam, pemulihan pasokan global perkuat sentimen. Penurunan harga minyak ke sekitar USD 76 mencerminkan membaiknya kondisi distribusi energi setelah pembukaan kembali Selat Hormuz, yang memungkinkan aliran minyak global kembali normal secara bertahap. Dengan mulai meningkatnya produksi dan keluarnya kargo yang tertahan, hampir seluruh risk premium akibat konflik Timur Tengah telah terkikis, sehingga membantu meredakan tekanan inflasi dan memperbaiki sentimen pasar global dalam jangka pendek.

Yield UST stabil, sinyal The Fed tetap hawkish di tengah inflasi tinggi. Imbal hasil US Treasury bertahan di sekitar 4,46% setelah The Fed mempertahankan suku bunga, namun proyeksi menunjukkan peluang kenaikan lanjutan tahun ini seiring revisi naik outlook inflasi. Penguatan dolar turut mencerminkan ekspektasi pasar terhadap stance kebijakan yang tetap “higher for longer”, meski pasar sebelumnya sempat berharap tekanan inflasi mulai mereda.

 

Europe

BoE tahan suku bunga, risiko inflasi masih jadi perhatian di tengah pelemahan ekonomi. Keputusan mempertahankan suku bunga di 3,75% mencerminkan keseimbangan antara inflasi yang mulai mereda dan risiko pertumbuhan yang melemah, dengan pasar tenaga kerja yang mulai mendingin. Namun, potensi second‑round effects dari kenaikan harga energi membuat kebijakan tetap cenderung cautious, sehingga ruang pengetatan tambahan masih terbuka meski tidak agresif.

Yield Eropa mixed, pasar cermati keseimbangan inflasi dan pertumbuhan. Yield Gilt Inggris naik tipis ke 4,78% seiring sinyal inflasi yang masih berisiko meningkat meski suku bunga ditahan, sementara Bund Jerman bergerak relatif stabil di kisaran rendah seiring turunnya harga minyak dan ekspektasi inflasi yang lebih moderat. Secara keseluruhan, dinamika ini menunjukkan pasar mulai mengurangi tekanan pengetatan yang agresif, namun masih mempertahankan bias cautious di tengah ketidakpastian global dan arah kebijakan bank sentral.

Asia

Inflasi Jepang naik tipis, tekanan harga Korea meningkat di sisi produsen. Inflasi Jepang yang naik ke 1,5% YoY menunjukkan tekanan harga mulai meningkat seiring berkurangnya efek subsidi energi, namun masih berada di bawah target BOJ sehingga ruang kebijakan tetap gradual. Sementara itu, lonjakan tajam PPI Korea Selatan ke 8,5% mencerminkan tekanan biaya yang kuat di sektor industri, terutama dari energi dan bahan baku, yang berpotensi meningkatkan risiko pass‑through ke inflasi konsumen ke depan.

Yield Jepang stabil, Australia turun di tengah meredanya tekanan inflasi global. Yield obligasi Jepang tenor 10 tahun bertahan di sekitar 2,63% setelah kenaikan suku bunga BOJ, mencerminkan keseimbangan antara tekanan inflasi dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan, terutama dengan adanya dissent di internal kebijakan. Sementara itu, yield Australia turun ke bawah 4,8% seiring penurunan harga minyak yang meredakan ekspektasi inflasi dan mengurangi urgensi pengetatan, meski RBA tetap mempertahankan bias hawkish dan membuka ruang kenaikan suku bunga lanjutan ke depan.