Terakhir diperbarui: 20-02-2026, 06:46
Americas
FOMC minutes terbelah pada outlook Fed rate. Risalah FOMC menunjukkan pandangan yang terbelah di antara pejabat Fed terkait langkah suku bunga berikutnya. Beberapa peserta menilai penurunan lanjutan suku bunga berpeluang terjadi apabila inflasi terus bergerak turun sesuai ekspektasi, sementara sebagian lainnya melihat perlunya mempertahankan suku bunga lebih lama dan bahkan membuka kemungkinan kenaikan jika tekanan harga tetap tinggi. Mayoritas juga menilai risiko pelemahan pasar tenaga kerja telah mereda, sedangkan risiko inflasi yang lebih persisten masih dominan.
UST 10Y naik ke 4.09% seiring notulen FOMC yang lebih hawkish. Yield Treasury AS tenor 10 tahun menguat ke 4.09% setelah notulen FOMC menandai proses disinflasi yang berpotensi lebih lambat, sehingga peluang pemangkasan suku bunga dinilai belum terbuka. Beberapa anggota bahkan menyoroti kemungkinan kenaikan suku bunga bila inflasi bertahan di atas target 2%, meski CPI terbaru naik 2.4% YoY. Ekspektasi bahwa Ketua Fed terpilih Kevin Warsh dapat mendorong penyusutan neraca turut menekan tenor panjang, sementara DXY menguat di atas 97.5 didorong berkurangnya aversi terhadap aset USD dan pelemahan sterling, yen, serta dolar Kanada.
Europe
Inflasi Inggris dan Prancis sama‑sama melandai pada Januari. Inflasi Inggris turun ke 3,0% YoY pada Januari 2026 dari 3,4% di Desember, sejalan ekspektasi dan menjadi level terendah sejak Maret 2025, dipengaruhi perlambatan harga transportasi dan makanan. Inflasi inti juga melemah ke 3,1%, terendah sejak 2021, sementara CPI bulanan turun 0,5%. Di Prancis, inflasi merosot tajam ke 0,3% YoY dari 0,8% di Desember, level terendah sejak 2020, didorong penurunan energi dan barang manufaktur; inflasi inti turun ke 0,7%. Secara bulanan, CPI Prancis turun 0,3%, terbantu diskon musiman pakaian.
Bund 10Y bertahan di bawah 2.75% di tengah spekulasi mundurnya Lagarde. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun berada di bawah 2.75% setelah laporan bahwa Christine Lagarde mempertimbangkan mundur lebih awal dari posisi Presiden ECB, sementara penurunan yield Eropa juga mengikuti pelemahan UST. Di Inggris, yield gilt 10 tahun turun ke 4.37%, level terendah sejak pertengahan Januari, setelah inflasi Januari mereda ke 3.0% YoY dan core inflation melemah ke 3.1% di tengah data tenaga kerja yang menunjukkan perlambatan upah serta kenaikan pengangguran. Data yang lebih lunak ini meningkatkan ekspektasi pelonggaran kebijakan, dengan pasar mem-pricing pemangkasan 25 bps pada April dan peluang lebih dari 75% untuk pemotongan pada Maret, sementara dua penurunan penuh terlihat hingga November.
Asia
Trade deficit Jepang menyempit seiring lonjakan ekspor. Japan mencatat defisit perdagangan JPY 1152.7 miliar pada Januari, menyempit tajam dari JPY 2741.7 miliar setahun sebelumnya dan jauh lebih baik dibanding perkiraan JPY 2142.1 miliar, didorong lonjakan ekspor 16.8% (kenaikan tercepat sejak November 2022) berkat permintaan kuat dari China dan Asia menjelang Lunar New Year. Sebaliknya, impor turun 2.5%, berbalik dari kenaikan Desember dan mencatat kontraksi pertama sejak Agustus, meski pemerintah menggulirkan stimulus besar pada November di bawah administrasi Takaichi.
Yield JGB flat, Australia naik didorong data upah. Yield JGB 10 tahun naik tipis ke 2,14% namun masih dekat level terendah satu bulan karena kekhawatiran fiskal mereda setelah lelang 5‑tahun terserap kuat dan risiko politik turun pasca kemenangan besar PM Takaichi, sementara BOJ menegaskan pemerintah tidak ikut campur dalam normalisasi kebijakan dan IMF mendorong kenaikan suku bunga lanjutan; di Australia, yield 10 tahun naik ke 4,72% setelah upah kuartal IV tumbuh 0,8% QoQ dan 3,4% YoY, memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi tetap tinggi sehingga pasar kini mematok peluang 60% kenaikan suku bunga RBA pada Mei dan satu kenaikan tambahan pada Agustus.
