Terakhir diperbarui: 26-07-2026, 23:08
Americas
Sentimen konsumen AS membaik seiring meredanya ekspektasi inflasi. Indeks sentimen konsumen University of Michigan naik menjadi 54,4 pada Juli 2026, tertinggi sejak Februari dan melampaui ekspektasi pasar, didukung oleh penurunan harga bensin serta membaiknya persepsi terhadap kondisi ekonomi dan pembelian barang tahan lama. Di saat yang sama, ekspektasi inflasi satu tahun ke depan turun menjadi 4,2%, mengindikasikan kekhawatiran inflasi mulai mereda meskipun masih berada di atas level sebelum konflik Timur Tengah.
Harga minyak mendekati USD85 per barel di tengah meningkatnya risiko pasokan global. Brent naik mendekati USD85 per barel setelah eskalasi konflik AS–Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah, termasuk potensi penutupan jalur pelayaran strategis di Laut Merah dan Selat Hormuz. Kenaikan harga minyak ini turut memperkuat kekhawatiran inflasi global dan berpotensi mempertahankan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, meskipun pasar sebelumnya sempat melihat tanda-tanda meredanya tekanan inflasi di AS.
Yield UST turun, namun ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih bertahan. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,52% setelah data inflasi dan inflasi produsen Juni menunjukkan tekanan harga yang lebih rendah dari perkiraan, sementara ekspektasi inflasi konsumen juga kembali menurun. Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun tetap terbuka, didukung ketahanan ekonomi AS, pasar tenaga kerja yang masih kuat, dan risiko inflasi dari kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah.
Europe
Inflasi Eurozone melandai, namun masih berada di atas target ECB. Inflasi tahunan Eurozone turun menjadi 2,8% pada Juni 2026 dari 3,2% pada Mei, didorong perlambatan harga energi, jasa, dan inflasi inti, meskipun masih berada di atas target ECB sebesar 2,0%. Di sisi lain, kawasan Euro mencatat defisit transaksi berjalan sebesar EUR6,2 miliar pada Mei 2026, sementara surplus kumulatif sejak awal tahun tetap meningkat, menunjukkan ketahanan sektor eksternal meski tekanan dari harga energi masih berlanjut.
Yield obligasi Eropa bertahan tinggi di tengah meningkatnya risiko inflasi energi. Yield gilt Inggris tenor 10 tahun berada di sekitar 4,95% dan Bund Jerman di atas 3,1% setelah kenaikan harga minyak akibat ketegangan di Timur Tengah memperkuat kekhawatiran inflasi dan ekspektasi pengetatan moneter lanjutan oleh BoE maupun ECB. Meski sejumlah pejabat ECB masih menyampaikan pendekatan yang hati-hati, pasar tetap memperkirakan kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring risiko inflasi energi yang belum mereda.
Asia
Ekonomi Malaysia tumbuh kuat dengan inflasi yang tetap terkendali. PDB Malaysia tumbuh 5,8% YoY pada kuartal II-2026, lebih tinggi dibandingkan 5,4% pada kuartal sebelumnya, didukung oleh kuatnya sektor manufaktur, pertambangan, dan permintaan domestik yang tetap solid. Di saat yang sama, inflasi Juni bertahan rendah di 1,9% YoY dengan inflasi inti turun menjadi 1,9%, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat belum diikuti tekanan harga yang signifikan sehingga memberikan ruang kebijakan yang lebih fleksibel dibanding banyak negara lain di kawasan.
Yield JGB naik, sementara yen tetap tertekan. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun bertahan di sekitar 2,73%, mendekati level tertinggi dalam 30 tahun terakhir, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap rencana ekspansi fiskal pemerintah dan risiko inflasi akibat lonjakan harga energi. Di saat yang sama, yen tetap berada di dekat level terlemahnya dalam beberapa dekade karena belum adanya dukungan kebijakan yang signifikan, sementara kenaikan harga minyak memperbesar tekanan terhadap perekonomian Jepang yang sangat bergantung pada impor energi.
