Terakhir diperbarui: 25-07-2026, 07:11
Americas
AS rencanakan tarif tinggi untuk obat generik impor mulai 2028. Pemerintahan Presiden Trump berencana mempertahankan tarif 0% untuk impor obat generik hingga Agustus 2028, sebelum menaikkannya menjadi 100% selama satu tahun dan kemudian 200% setelahnya sebagai upaya mendorong relokasi produksi obat generik ke dalam negeri. Kebijakan ini berpotensi meningkatkan tekanan pada rantai pasok farmasi global dan mendorong produsen meninjau kembali strategi investasi serta lokasi produksinya untuk mempertahankan akses ke pasar AS.
Harga minyak kembali naik seiring memanasnya tensi di Laut Merah. Harga minyak mencapai level tertinggi dalam enam minggu setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, memperbesar kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi selain Selat Hormuz. Ketegangan AS–Iran yang terus berlanjut, termasuk serangan militer yang masih berlangsung dan minimnya kemajuan menuju perundingan damai, terus menopang premi risiko pada pasar energi global.
Yield UST naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,64% seiring meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi yang dipicu berlanjutnya konflik AS–Iran dan minimnya perkembangan menuju perundingan damai. Meskipun data CPI dan PPI Juni menunjukkan tekanan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September tetap terbuka, sementara FOMC diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan.
Europe
Inflasi Inggris melandai ke level terendah sejak Maret 2025. Inflasi tahunan Inggris turun menjadi 2,6% pada Juni 2026 dari 2,8% pada Mei, lebih rendah dari ekspektasi pasar, didorong oleh perlambatan harga transportasi, bahan bakar, dan makanan. Penurunan inflasi ini menunjukkan tekanan harga mulai mereda, meskipun inflasi masih berada di atas target Bank of England dan pasar tetap mencermati risiko dari kenaikan harga energi global.
Yield obligasi Eropa bertahan tinggi meski inflasi Inggris melandai. Yield gilt Inggris tenor 10 tahun naik ke sekitar 5,05%, tertinggi dalam dua bulan, sementara Bund Jerman tenor 10 tahun bertahan di sekitar 3,18% karena pasar masih mencermati risiko inflasi akibat tingginya harga energi dan ketegangan di Timur Tengah. Meskipun inflasi Inggris turun menjadi 2,6% pada Juni 2026 dan ECB diperkirakan menahan suku bunga pada pertemuan pekan ini, ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh BoE dan ECB masih tetap bertahan.
Asia
Otoritas Jepang kembali menegaskan kesiapan melakukan intervensi di pasar valuta asing. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan pemerintah siap mengambil langkah di pasar valuta asing apabila pergerakan yen yang berlebihan mengancam stabilitas keuangan, setelah mata uang tersebut melemah melewati JPY163 per dolar AS dan menyentuh level terlemah dalam sekitar empat dekade. Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian pemerintah terhadap volatilitas nilai tukar, meskipun belum ada indikasi mengenai level tertentu yang akan memicu intervensi.
Yield JGB naik, sementara yen tetap dekat level terlemahnya dalam beberapa dekade. Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke sekitar 2,74% seiring kenaikan harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat konflik AS–Iran, yang berpotensi memperkuat ekspektasi normalisasi kebijakan moneter Bank of Japan. Di saat yang sama, yen bertahan di sekitar JPY163 per dolar AS, dengan pasar mencermati peluang kenaikan suku bunga BOJ yang lebih cepat serta kemungkinan intervensi pemerintah untuk membatasi pelemahan mata uang yang berkelanjutan.
