Terakhir diperbarui: 22-10-2026, 06:37
Americas
Data perumahan AS melemah akibat tingginya suku bunga. Aktivitas sektor perumahan AS kembali menunjukkan pelemahan, tercermin dari penurunan housing starts selama tiga bulan berturut-turut serta anjloknya pending home sales ke level terendah sepanjang sejarah. Tingginya suku bunga KPR dan kenaikan yield jangka panjang terus menekan keterjangkauan perumahan, mendorong pengembang mengurangi pasokan rumah baru dan menahan ekspansi proyek.
Harga minyak stabil di USD109/barel di tengah ketidakpastian geopolitik. Harga minyak Brent bergerak stabil di sekitar USD109 per barel seiring pasar mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran yang masih menunjukkan sinyal beragam. Meski terdapat upaya diplomatik untuk meredakan konflik, risiko pasokan energi tetap tinggi akibat berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah, konflik Rusia-Ukraina, dan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Yield UST turun didorong pelemahan sektor perumahan. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bergerak lebih rendah setelah data sektor perumahan menunjukkan pelemahan lebih lanjut, dengan housing starts dan pending home sales mencatat penurunan yang lebih buruk dari perkiraan akibat tingginya suku bunga KPR. Sentimen juga terbantu oleh turunnya harga minyak yang meredakan sebagian kekhawatiran inflasi, meski pasar masih mencermati prospek kebijakan The Fed menjelang pertemuan minggu depan. Pasar saat ini tetap memperkirakan suku bunga acuan akan dipertahankan pada Oktober, dengan peluang kenaikan suku bunga bergeser ke Desember.
Europe
Sentimen ekonomi Zona Euro melemah, pasar tenaga kerja Inggris tetap solid. Kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Zona Euro menurun ke level terendah dalam empat bulan terakhir seiring berlanjutnya ketidakpastian geopolitik dan terbatasnya peluang penyelesaian konflik di Timur Tengah. Sebaliknya, pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan ketahanan dengan tingkat pengangguran yang turun dan jumlah pekerja yang meningkat, mencerminkan kondisi ekonomi yang masih relatif kuat.
Yield obligasi Eropa turun tipis, risiko fiskal Prancis tetap membayangi. Yield obligasi pemerintah Eropa bergerak lebih rendah setelah lonjakan tajam pada sesi sebelumnya, didukung permintaan safe haven terhadap Bund Jerman. Namun, yield Prancis dan Italia tetap bertahan dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas fiskal dan politik kawasan, khususnya di Prancis yang masih dilanda gelombang protes anti-pemerintah.
Asia
PBoC pertahankan suku bunga, reformasi kerangka kebijakan berlanjut. Bank sentral China mempertahankan suku bunga pinjaman acuan di level terendah historis untuk bulan ke-17 berturut-turut, seiring pertumbuhan ekonomi yang masih sesuai target dan mengurangi urgensi pelonggaran kebijakan tambahan. Di saat yang sama, PBoC mengindikasikan akan melanjutkan reformasi kerangka penentuan suku bunga dengan memperluas acuan kebijakan dari ketergantungan pada LPR menuju sistem yang lebih beragam.
Yield obligasi Asia turun didorong permintaan yang kuat dan kebijakan akomodatif. Yield obligasi Jepang dan China bergerak lebih rendah seiring kuatnya permintaan investor terhadap obligasi pemerintah serta ekspektasi bank sentral yang cenderung mempertahankan kebijakan saat ini. Di Jepang, lelang obligasi tenor panjang yang mencatat permintaan tinggi membantu menekan yield, sementara pasar menunggu petunjuk lebih lanjut dari BoJ. Di China, keputusan PBoC mempertahankan suku bunga acuan di level rendah mencerminkan ruang kebijakan yang lebih fleksibel setelah data ekonomi menunjukkan pemulihan yang lebih baik dari perkiraan.
