bonds

Fixed Income Daily Notes 23 Sep 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

23 September 2026 - 07.32am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 23 Sep 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 24-09-2026, 07:29

Americas

Aktivitas manufaktur AS mulai melambat. Indeks manufaktur The Fed Richmond turun ke -2 pada September 2026 dari 4 pada Agustus, menandai kontraksi pertama dalam enam bulan terakhir karena pelemahan pesanan baru dan pengiriman barang. Meski demikian, indikator ketenagakerjaan masih menunjukkan perbaikan dan ekspektasi aktivitas dalam enam bulan ke depan tetap berada di zona ekspansi, mengindikasikan perlambatan saat ini belum mengubah pandangan bahwa ekonomi AS masih relatif resilien di tengah suku bunga yang tinggi.

Harga minyak Brent turun ke USD98/barel, tertekan harapan meredanya konflik Iran. Harga minyak turun untuk sesi kelima berturut-turut menjadi USD98/barel, seiring meningkatnya harapan terhadap upaya diplomasi AS-Iran dan potensi berakhirnya konflik. Presiden Trump menyatakan optimisme bahwa kesepakatan dengan Iran dapat tercapai setelah pemilu sela November, sementara Iran disebut menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz jika blokade AS dicabut.

Yield UST 10Y naik ke 4,97% di tengah ekspektasi higher for longer. Yield UST 10Y ditutup sedikit lebih tinggi di 4,97% seiring pasar mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, harga minyak, dan pernyataan pejabat The Fed. Pernyataan Goolsbee dan Musalem yang menyoroti risiko supply shock serta kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan kembali memperkuat ekspektasi hawkish, dengan pasar masih memperkirakan setidaknya satu kenaikan Fed Rate tahun ini.

Europe

Sentimen konsumen Eropa melemah, sementara tekanan inflasi kembali meningkat. Consumer confidence Euro Area turun menjadi -16,5 pada September 2026 dari -15,5 pada Agustus, mengakhiri tren perbaikan selama empat bulan terakhir, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran inflasi. Chief Economist ECB Philip Lane memperingatkan inflasi dapat bertahan lebih tinggi lebih lama. ECB memperkirakan inflasi sekitar 3% tahun ini dan 2,5% tahun depan, dan berpotensi mencapai sekitar 4%, sehingga ekspektasi tightening lanjutan tetap terjaga.

Yield obligasi Inggris dan Jerman turun seiring harga minyak kembali melemah. Yield gilt Inggris 10Y turun ke 5,20%, terendah sejak 8 September, sementara yield Bund Jerman 10Y turun di bawah 3,45%, terendah sejak 9 September, didukung penurunan harga minyak dan meredanya kekhawatiran inflasi energi. Di Inggris, defisit anggaran Agustus melebar menjadi GBP18,3 miliar, di atas ekspektasi GBP15,5 miliar, sementara pasar mencermati Autumn Budget dan kemungkinan perubahan fiscal rules untuk memberi ruang pembiayaan infrastruktur.

Asia

Yen melemah ke 157,5/USD, sementara ekspektasi kenaikan RBA semakin kuat. Yen melemah ke sekitar 157,5/USD, menjaga perhatian pasar terhadap potensi intervensi. Sementara itu, AUD bertahan di sekitar USD0,71 meski ekspektasi kenaikan RBA 25 bps pada 29 September meningkat menjadi 95%, dengan seluruh bank besar Australia kini memperkirakan kenaikan pada pertemuan tersebut.

Yield obligasi di Asia turun. Yield Australia 10Y turun di bawah 5,3%, namun terdapat pernyataan hawkish Gubernur RBA Michele Bullock kembali memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga, dengan pasar memperkirakan setidaknya dua kenaikan hingga Februari dan probabilitas sekitar 95% untuk kenaikan pertama pada 29 September. Di Jepang, BoJ menaikkan suku bunga 25 bps menjadi 1,25%, level tertinggi sejak 1995, sementara dua anggota dewan menolak kenaikan dan Gubernur Ueda tetap membuka ruang untuk kenaikan lanjutan.