bonds

Fixed Income Daily Notes 24 Sep 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

24 September 2026 - 07.53am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 24 Sep 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 25-09-2026, 06:37

Americas

Aktivitas bisnis AS menguat tajam, memperkuat prospek suku bunga tinggi. PMI komposit AS naik ke 58,4 pada September 2026, level tertinggi sejak 2021, didorong oleh ekspansi kuat pada sektor jasa dan manufaktur serta peningkatan pesanan baru dan ketenagakerjaan. Di saat yang sama, tekanan biaya dan harga kembali meningkat, terutama akibat kenaikan biaya energi dan transportasi. Kombinasi data ekonomi yang solid dan inflasi yang masih persisten memperkuat ekspektasi bahwa The Fed berpotensi melanjutkan pengetatan kebijakan moneter dalam beberapa bulan mendatang.

Harga minyak stabil, sementara emas tertekan oleh ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi. Harga minyak bertahan di atas USD 92 per barel karena ketidakpastian terkait negosiasi AS-Iran dan sikap Iran terhadap Selat Hormuz masih menjaga risiko pasokan energi global. Di sisi lain, harga emas tetap berada di bawah USD 4.300 per ons setelah penguatan dolar AS dan kenaikan yield UST meningkatkan ekspektasi pengetatan lanjutan oleh The Fed.

Yield UST kembali mendekati level tertinggi sejak 2007. Yield UST tenor 10 tahun naik mendekati 5,1% setelah data PMI AS menunjukkan aktivitas bisnis tumbuh pada laju tercepat dalam lebih dari lima tahun, didukung perbaikan sektor manufaktur, jasa, dan pasar tenaga kerja. Bersamaan dengan komentar hawkish sejumlah pejabat The Fed, pasar kini semakin memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga tambahan dalam beberapa bulan mendatang. Di sisi lain, penguatan dolar AS dan rebound harga minyak turut memperkuat narasi bahwa suku bunga AS berpotensi higher for longer.

Europe

Aktivitas manufaktur Eurozone tetap ekspansif, namun tekanan harga meningkat. PMI manufaktur Eurozone bertahan di 52,7 pada September 2026, menunjukkan aktivitas industri masih tumbuh dengan dukungan peningkatan pesanan ekspor dan output yang mencapai level tertinggi dalam hampir lima tahun. Namun, percepatan inflasi biaya input dan harga jual, disertai kenaikan harga energi, memperkuat ekspektasi bahwa ECB masih berpotensi melanjutkan pengetatan kebijakan moneternya.

Yield obligasi Eropa kembali naik. Yield Gilt Inggris tenor 10 tahun naik di atas 5,3%, sementara yield Bund Jerman dan OAT Prancis juga bergerak lebih tinggi setelah harga minyak kembali rebound dan data PMI Eropa menunjukkan aktivitas ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan. Kombinasi risiko inflasi energi, data ekonomi yang solid, dan komentar hawkish dari pejabat ECB serta The Fed memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga di negara maju berpotensi bertahan tinggi lebih lama.

Asia

Yield China tetap rendah, sementara Jepang lanjutkan normalisasi kebijakan. Yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun bertahan di sekitar 1,67%, mendekati level terendah sejak pertengahan 2025, didukung optimisme menjelang pertemuan tingkat tinggi AS-China serta ekspektasi bahwa PBoC masih memiliki ruang untuk memberikan dukungan kebijakan jika pertumbuhan ekonomi terus melambat. Sementara itu, yield JGB tenor 10 tahun naik ke sekitar 3,05% setelah BoJ menaikkan suku bunga menjadi 1,25%, meski perbedaan pandangan di internal BoJ mengindikasikan laju pengetatan selanjutnya kemungkinan akan berlangsung lebih bertahap.

Yield obligasi Asia bervariasi. Yield obligasi pemerintah China tenor 10 tahun turun ke sekitar 1,67%, terendah sejak pertengahan 2025, seiring ekspektasi stimulus tambahan dan optimisme menjelang pertemuan tingkat tinggi AS-China yang dapat meredakan ketegangan perdagangan. Sebaliknya, yield JGB tenor 10 tahun naik ke sekitar 3,05% setelah BoJ menaikkan suku bunga menjadi 1,25% dan tetap membuka peluang normalisasi kebijakan lebih lanjut, meski laju pengetatan diperkirakan berlangsung lebih bertahap.