bonds

Fixed Income Daily Notes 25 Jun 2026

Perusahaan

Fixed Income

Terbit Pada

25 June 2026 - 07.53am
vector
pdf icon

PDF

Fixed Income Daily Notes 25 Jun 2026

Lihat

Terakhir diperbarui: 26-06-2026, 01:25

Americas

The Fed pertahankan kerangka likuiditas, tidak ada perubahan signifikan kebijakan. Pernyataan pejabat New York Fed menegaskan bahwa penambahan bahasa terkait “ample reserves” dalam FOMC tidak mencerminkan pergeseran arah kebijakan, melainkan hanya klarifikasi teknis. Secara keseluruhan, The Fed tetap mempertahankan fleksibilitas dalam pengelolaan likuiditas, termasuk penyesuaian pembelian Treasury bills sesuai kondisi pasar, sehingga stance kebijakan dinilai masih konsisten tanpa perubahan mendasar.

                                                   

Harga minyak turun tajam, mencerminkan pergeseran dari risk premium ke ekspektasi oversupply. Penurunan harga minyak ke bawah USD 70 mencerminkan optimisme pasar terhadap pemulihan pasokan global setelah kemajuan kesepakatan AS–Iran, yang berpotensi menghilangkan premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong lonjakan harga. Dengan meningkatnya arus pengiriman dan tambahan suplai dari Timur Tengah serta region lain, pasar mulai memprice kondisi supply yang longgar, sehingga tekanan harga berlanjut

Yield UST turun, meredanya risiko inflasi diimbangi ekspektasi kebijakan ketat. Penurunan yield ke sekitar 4,45% mencerminkan turunnya harga minyak dan meredanya tekanan inflasi seiring membaiknya kondisi geopolitik serta kelancaran arus energi melalui Selat Hormuz. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed justru semakin menguat, terlihat dari peningkatan probabilitas hike dalam waktu dekat, sehingga membentuk dinamika pasar yang seimbang antara easing inflasi dan stance moneter yang tetap hawkish.

 

Europe

Sentimen Swiss melemah, sementara bisnis Jerman mulai pulih. Penurunan tajam sentiment investor Swiss ke -25 menunjukkan memburuknya outlook jangka pendek meski kondisi ekonomi saat ini sedikit membaik, mencerminkan ketidakpastian global yang masih tinggi. Sebaliknya, indeks Ifo Jerman yang meningkat ke level tertinggi tiga bulan menandakan perbaikan kepercayaan pelaku usaha, dengan ekspektasi yang lebih positif terhadap meredanya ketegangan geopolitik, sehingga menggambarkan divergensi kondisi ekonomi di kawasan Eropa.

Yield Eropa turun, mencerminkan melemahnya momentum ekonomi dan ekspektasi pengetatan. Penurunan yield Gilt Inggris ke sekitar 4,74% dipicu data PMI yang menunjukkan kontraksi ekonomi, memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England akan lebih berhati‑hati dalam menaikkan suku bunga. Sementara itu, yield Bund Jerman bertahan di kisaran rendah seiring pelemahan aktivitas ekonomi kawasan dan sinyal ECB yang tidak perlu agresif lebih lanjut, sehingga pasar semakin mengarah pada outlook kebijakan yang lebih gradual di tengah kondisi pertumbuhan yang melemah.

Asia

RBA dan BOJ sama‑sama condong ke tightening. Pernyataan RBA menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi sehingga ruang pengetatan tambahan tetap terbuka, meski pelonggaran harga energi global dapat membantu meredakan tekanan. Sementara itu, BOJ menunjukkan konsensus untuk melanjutkan kenaikan suku bunga secara gradual seiring inflasi yang mendekati target dan kondisi finansial yang masih akomodatif. Namun, adanya pandangan yang lebih hati‑hati di internal BOJ menandakan risiko terhadap pertumbuhan tetap diperhatikan, sehingga jalur normalisasi diperkirakan tetap bertahap dan data dependent.

Yield Australia turun, Jepang stabil di tengah dinamika inflasi dan kebijakan. Penurunan yield Australia ke bawah 4,8% mencerminkan respons pasar terhadap data inflasi yang mixed serta meredanya tekanan energi global, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga menjadi lebih terbatas. Sementara itu, yield Jepang relatif stabil di kisaran 2,67% meski BOJ memberikan sinyal hawkish, menunjukkan pasar tetap berhati‑hati terhadap keseimbangan antara tekanan inflasi dan risiko pertumbuhan, dengan normalisasi yang diperkirakan bertahap.